Pantas IHSG Keok, Asing Kabur Ramai-ramai di 5 Saham Ini

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
16 December 2020 07:06
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merah tipis 0,04% ke level 6.010,12 pada perdagangan Selasa kemarin (15/12/20). Indeks acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini sempat menyentuh level tertinggi harian 6.023, sebelum loyo kembali.

Data perdagangan mencatat, kendati IHSG minus tipis, tapi indeks ini masih mampu bertahan di atas level psikologis 6.000.

Tim Riset CNBC Indonesia menilai sentimen negatif bagi IHSG muncul dari kabar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan yang menginstruksikan Gubernur DKI Jakarta untuk kembali memperketat pembatasan sosial berskala besar mulai 18 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021.


Instruksi ini untuk meredam kenaikan jumlah korban yang terinfeksi virus Covid-19.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi beli bersih sebanyak Rp 566 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi menyentuh Rp 17,6 triliun. Tercatat 200 saham naik, 271 terkoreksi, sisanya 153 stagnan.

Investor asing melakukan jual bersih (net sell) di saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) sebesar Rp 84 miliar dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) senilai Rp 76 miliar.

Asing juga melakukan beli bersih (net buy) di saham PT Bank Central Asia Tbk(BBCA) Rp 254 miliar dan PT Astra Internasional Tbk (ASII) Rp 307 miliar.

Sebagai catatan, tekanan net sell di beberapa saham berkapitalisasi besar juga membuat IHSG turun tipis, terutama duo Indofood.

5 Saham Net Foreign Sell, Selasa (15/12)

1. Indofood Sukses Makmur (INDF), net sell Rp 76,8 miliar, saham -1,78% Rp 6.900 

2. Ciputra Development (CTRA), net sell Rp 61,6 miliar, saham -3,83% Rp 880

3. Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), net sell Rp 60,5 miliar, saham -1,27% Rp 9.700

4. Bank Negara Indonesia (BBNI), net sell Rp 41,5 miliar, saham -1,14% Rp 6.500

5. Adaro Energy (ADRO), net sell Rp 38,6 miliar, saham -2,55% Rp 1.530

5 Saham Top Losers, Senin (15/12)

1. Putra Rajawali (PURA), saham -5,97% Rp 126, transaksi Rp 102,2 miliar

2. Ciputra Development (CTRA), -3,83% Rp 880, transaksi Rp 128,3 miliar

3. Bank BRISyariah (BRIS), -2,78% Rp 2.100, transaksi Rp 1 triliun

4. PP Properti (PPRO), -2,59% Rp 113, transaksi Rp 51,6 miliar

5. Adaro Energy (ADRO), -2,55% Rp 1.530, transaksi Rp 221,7 miliar

Sentimen negatif bagi pasar datang setelah pemerintah memutuskan untuk melarang kerumunan dan perayaan tahun baru di tempat umum.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim dan Bali secara virtual di Kantor Maritim pada Senin (14-12-2020) yang dipimpin oleh Luhut. Mantan Dubes RI untuk Singapura ini meminta agar implementasi pengetatan ini dapat dimulai pada tanggal 18 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021.

Dengan kebijakan larangan party saat tahun baru tersebut, tingkat konsumsi masyarakat, yang merupakan komponen utama pembentukan produk domestik bruto (PDB), berisiko tertekan di penghujung tahun ini. Alhasil, perekonomian Indonesia akan sulit bangkit dari resesi.

Selanjutnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan impor Indonesia pada November 2020 masih mengalami pertumbuhan negatif atau kontraksi. Ini membuat neraca perdagangan kembali mencatat surplus.

Pada November 2020, nilai impor tercatat US$ 12,66 miliar, turun 17,46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Dengan nilai ekspor yang sebesar US$ 15,28 miliar naik 9,54% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY)., maka neraca perdagangan Indonesia pada November 2020 membukukan surplus US$ 2,62 miliar.Kali terakhir neraca perdagangan mengalami defisit adalah pada April 2020.

Sebagai informasi, konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan impor November 2020 terkontraksi24,14% YoY, ekspor tumbuh 3,29% YoY. Sementara neraca perdagangan diperkirakan surplus US$ 2,72 miliar.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading