Thank You, India! Harga CPO 'Terbang', Indonesia Ikutan Happy

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
29 November 2020 09:15
Pekerja mengangkut hasil panen kelapa Sawit di kebun Cimulang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/3). Badan Pusat Statistik BPS  mengumumkan neraca Perdagangan (Ekspor-impor) Pada bulan Februari, nilai ekspor mencapai US$ 12,53 miliar, atau turun 11,33% dari tahun sebelumnya (YoY). Nilai ekspor minyak sawit sepanjang Januari-Februari 2019 hanya mencapai US$ 2,94 miliar, yang artinya turun 15,06% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak sawit mentah (CPO) bergerak naik sepanjang pekan ini. Namun kenaikannya tidak setajam minyak mentah atau batu bara.

Minggu ini, harga CPO di bursa Malaysia naik 1,52% secara point-to-point. Harga komoditas ini sudah di atas MYR 3.300/ton.


Meski naik, tetapi harga CPO tidak sebaik dua komoditas utama lainnya. Sepanjang pekan lalu, harga minyak mentah naik di kisaran 7,8%. Sementara harga batu bara melesat 5% lebih.

Kenaikan harga CPO pekan in tidak lepas dari perkembangan di India. Permintaan CPO di Negeri Anak Benua diperkirakan naik setelah pemerintah menurunkan tarif bea masuk.

India, yang merupakan importir CPO terbesar di dunia, memotong tarif bea masuk dari 37,5% menjadi 27,5% sebagai upaya pengendalian inflasi. Pada Oktober, inflasi makanan di India tercatat 10,16% secara year-on-year (YoY), tertinggi sejak April.

Harga CPO Melonjak, Indonesia Diuntungkan
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading