Sah! Harga Batu Bara Tembus US$ 70/Ton

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
27 November 2020 10:43
Aktivitas bongkar muat batubara di Terminal  Tanjung Priok TO 1, Jakarta Utara, Senin (19/10/2020). Dalam satu kali bongkar muat ada 7300 ton  yang di angkut dari kapal tongkang yang berasal dari Sungai Puting, Banjarmasin, Kalimantan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)  

Aktivitas dalam negeri di Pelabuhan Tanjung Priok terus berjalan meskipun pemerintan telah mengeluarkan aturan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) transisi secara ketat di DKI Jakarta untuk mempercepat penanganan wabah virus Covid-19. 

Pantauan CNBC Indonesia ada sekitar 55 truk yang hilir mudik mengangkut batubara ini dari kapal tongkang. 

Batubara yang diangkut truk akan dikirim ke berbagai daerah terutama ke Gunung Putri, Bogor. 

Ada 20 pekerja yang melakukan bongkar muat dan pengerjaannya selama 35 jam untuk memindahkan batubara ke truk. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga kontrak futures batu bara termal Newcastle akhirnya sah menyentuh level US$ 70/ton usai menguat 0,86% hingga penutupan perdagangan kemarin, Kamis (26/11/2020).

Kini harga batu legam ini tercatat berada di level tertinggi dalam delapan bulan terakhir atau tepatnya sejak 30 Maret 2020. Secara month to date kontrak yang aktif diperdagangkan ini telah melesat 18,14%.


Melansir Reuters, China mengatakan impor batu bara dari Australia gagal memenuhi standard lingkungan yang ditetapkan menurut Kementerian Luar Negeri China sehingga puluhan pengiriman tertahan di pelabuhan.

"Dalam beberapa tahun terakhir, kebiasaan orang China melakukan penilaian pemantauan risiko terhadap keamanan dan kualitas batu bara impor, dan kami menemukan banyak batu bara impor gagal memenuhi standar lingkungan," kata juru bicara kementerian Zhao Lijian.

Data bea cukai menunjukkan impor batu bara kokas China dari Australia merosot pada bulan Oktober menjadi 1,53 juta ton, atau sekitar 26% dari total impor bahan bakar, pangsa pasar impor merosot dibandingkan dengan 30% pada September dan 78% pada Maret lalu  yang merupakan level tertinggi setidaknya sejak 2018.

Berbeda dengan Australia yang ekspor batu baranya ke China bermasalah, Indonesia justru kedatangan berkah. China akan membeli batu bara termal senilai US$ 1,467 miliar dari Indonesia tahun depan kata Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI).

Kesepakatan perdagangan tersebut ditandatangani antara APBI dan China Coal Transportation and Distribution pada hari Rabu. Alhasil kenaikan harga batu bara yang signifikan sepanjang bulan ini plus kabar baik dari China membuat saham-saham batu bara domestik melesat hari ini.

Harga saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melesat 2,83%. Kemudian ada juga saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang naik 3,31%. Saham PT Indika Energy Tbk (INDY) yang naik 3,03% dan emiten pertambangan pelat merah yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang naik 2,54%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading