Bos BRI Pede Kredit Bisa Tumbuh 4-5% di 2021

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
25 November 2020 13:53
Direktur Utama BRI Sunarso

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), Sunarso optimistis di tahun 2021 pertumbuhan kredit perseroan bisa tumbuh di level 4-5%.

Pertumbuhan tersebut diyakini di atas rata-rata pertumbuhan kredit nasional yang tahun depan diperkirakan akan tumbuh 3-3,5%. Perkiraan kredit perbankan itu disampaikan pula oleh ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Aviliani.

"Kalau rata-rata pertumbuhan kredit nasional 3-4%, BRI harus tumbuh 4-5%," kata Sunarso, dalam forum Economic Outlook 2021: Geliat Industri Perbankan 2021 secara virtual, Rabu (25/11/2020).


Sunarso melanjutkan, strategi bisnis BRI di tahun depan masih akan mengikuti berbagai stimulus yang diberikan pemerintah untuk memulihkan perekonomian nasional.

"Strategi bisnis masih follow stimulus, tahun ini saja BRI ditargetkan menyalurkan KUR Rp 144 triliun dengan asumsi gak dinaikkan, paling tidak BRI salurkan KUR 140 triliun tahun depan," kata Sunarso.

Namun yang menjadi persoalan untuk tumbuh di level tersebut, permintaan kredit harus membaik. Pasalnya, pandemi menyebabkan permintaan kredit baru mengalami kontraksi.

Mengacu data OJK Sampai Oktober, kredit perbankan hanya tumbuh 0,47% menjadi Rp 5.480 triliun, meski trennya membaik dari September yang hanya tumbuh 0,12% atau menyalurkan kredit senilai Rp 5.531 triliun.

BRI akan fokus pada segmen UMKM dan mikro dan ultra mikro di tahun depan karena sektor tersebut paling cepat pemulihannya.

"Fokus pertanian memproduksi bahan pangan, bahan obat-obatan, itu gak hanya diekstrak jadi obat, tapi jadi jamu yang terkait kesehatan," tutur mantan Direktur Commercial & Business Banking Bank Mandiri tahun 2010 hingga 2015 ini.

Selain pertanian, BRI juga akan fokus menyalurkan pada kredit di sektor kesehatan dan alat kesehatan.

Sepanjang 9 bulan tahun ini atau per September 2020, total penyaluran kredit BBRI mencapai Rp 896,23 triliun, naik 2,14% dari sebelumnya, Desember 2019, yakni Rp 877,44 triliun.

Adapun dana pihak ketiga (DPK), terbagi atas giro mencapai Rp 229,18 triliun dari Desember 2019 yakni Rp 174,93 triliun, tabungan juga naik menjadi Rp 438,91 triliun dari sebelumnya Rp 41433 triliun, dan deposito naik menjadi Rp 463,83 triliun dari sebelumnya Rp 431,94 triliun.

Sementara itu, BRI mencatatkan laba bersih konsolidasi pada 9 bulan pertama tahun ini mencapai Rp 14,12 triliun, turun 43% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 24,78 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III-2020 yang baru dipublikasikan Rabu ini (11/11/2020), laba bersih secara individual Bank BRI pada periode 9 bulan hingga September 2020 itu mencapai Rp 14,05 triliun, juga turun 43,27% dari periode yang sama tahun lalu Rp 24,77 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading