Wow! Emiten Milik Boy Thohir Siap Rilis Obligasi Rp 9,1 T

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
25 November 2020 10:47
Pengusaha Boy Thohir saat memberi tanggapan kepada tim CNBC Indonesia di Kantor Adaro, Jakarta, Selasa (24/4) Boy Thohir merupakan putra dari salah satu pemilik Astra International Teddy Tohir. Dia juga seorang pengusaha yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia bisnis. Dia menyelesaikan pendidikan MBA-nya di Northrop University Amerika Serikat. Boy Thohir dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses membawa Adaro Energy sebagai perusahaan batu bara terbesar di Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), perusahaan yang dimiliki oleh pengusaha TP Rachmat dan Garibaldi 'Boy' Thohir, akan menerbitkan surat utang dengan nilai maksimum keseluruhan US$ 650 juta atau setara dengan Rp 9,1 triliun (kurs Rp 14.000/US$).

Penerbitan itu akan dilakukan melalui anak usaha perusahaan yakni PT Panca Amara Utama (PAU).

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian perseroan per 31 Desember 2019, nilai rencana transaksi penerbitan obligasi ini lebih dari 50% dari nilai ekuitas perseroan atau sebesar 211% dari nilai ekuitas perseroan.


Dengan demikian, penerbitan ini merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No. 17/2020 dan memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari pemegang saham perseroan.

"PAU akan menjaminkan seluruh aset yang dimiliki oleh PAU untuk menjamin rencana transaksi tersebut," tulis manajemen ESSA, dalam prospektus, dikutip Rabu (25/11/2020).

Perseroan juga akan menjaminkan seluruh saham PAU yang dimiliki oleh perseroan untuk rencana transaksi sebesar 0,585% secara langsung dan 59,415% melalui anak perusahaan yaitu PT Sepchem yang sahamnya dimiliki perseroan sebesar 99,99%.

"Perseroan juga akan memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee) dalam penerbitan surat utang ini. Mengingat pemberian jaminan dan jaminan perusahaan oleh perseroan sehubungan dengan rencana transaksi," tulis manajemen ESSA.

Dana hasil penerbitan obligasi ini akan dipergunakan oleh PAU yang kemudian akan digunakan untuk pembiayaan kembali seluruh utang PAU dan biaya bunga lainnya termasuk kepada International Finance Corporation dan sisanya untuk modal kerja PAU secara umum.

PAU adalah anak usaha ESSA yang melakukan kegiatan usaha utama di bidang industri kimia dasar organik yang bersumber dari minyak bumi, gas alam dan batu bara.

Private placement

Di sisi lain, ESSA juga akan menerbitkan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (Non-HMETD) alias private placement, sebanyak-banyaknya 1,43 miliar saham biasa dengan nilai nominal Rp 10 per saham atau 10% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh.

Namun harga pelaksanaan belum ditetapkan. Jika mengacu harga rata-rata saham ESSA pada perdagangan Selasa (24/11) di level Rp 174/saham, maka nilai private placement bisa mencapai Rp 249 miliar.

Dalam private placement ini, JP Morgan Singapore dan UOB Kay Hian Pte Ltd. siap menambah modal dengan menyerap saham baru tersebut.

Lewat penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (Non-HMETD) alias private placement ini, JP Morgan akan menggenggam 4,04% atau 635.632.184 saham ESSA, sementara UOB akan memiliki 0,51% atau 80.459.770 saham ESSA.

"Dana yang diterima oleh perseroan melalui penambahan modal tanpa HMETD akan dipergunakan untuk menambah investasi pada entitas anak perusahaan PAU dan modal kerja perseroan," tulis manajemen ESSA, dalam prospektusnya.

Per 30 September 2020, saham perusahaan dipegang oleh PT Trinugraha Akraya Sejahtera 25,30%, PT Ramaduta Teltaka 15,38%, Chander Vinod Laroya (Presdir) 13,65%, Sugito Walujo 5,39%, dan publik 40,27%

Setelah private placement, maka saham Trinugraha akan terdilusi dari 25,30% menjadi 23%, Ramaduta dari 15,38% jadi 14,79%, sementara porsi saham TP Rachmat (Komisaris) berkurang dari 4,44% menjadi 4,03%, sementara itu Sugito Walujo juga berkurang dari 5,39% menjadi 5,38%. Namun porsi Garibaldi yang tadinya 3% akan bertambah menjadi 3,68%.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading