Emiten TP Rachmat & Boy Thohir Siap Rilis Obligasi Rp 9,5 T

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
20 October 2020 11:12
Pengusaha Boy Thohir saat memberi tanggapan kepada tim CNBC Indonesia di Kantor Adaro, Jakarta, Selasa (24/4) Boy Thohir merupakan putra dari salah satu pemilik Astra International Teddy Tohir. Dia juga seorang pengusaha yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia bisnis. Dia menyelesaikan pendidikan MBA-nya di Northrop University Amerika Serikat. Boy Thohir dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses membawa Adaro Energy sebagai perusahaan batu bara terbesar di Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten distributor LPG milik pengusaha TP Rachmat dan Garibaldi "Boy" Thohir, PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) mengumumkan rencana penerbitan obligasi dalam denominasi dolar AS sebesar US$ 650 juta atau setara Rp 9,55 triliun (kurs Rp 14.700/US$).

Berdasarkan prospektus perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), penerbitan obligasi global ini akan dilakukan melalui anak usahanya, PT Panca Amara Utama (PAU).

Rencananya, dana hasil penerbitan obligasi dalam jumlah besar tersebut untuk keperluan pembiayaan kembali (refinancing) seluruh utang PAU kepada International Finance Corporation (IFC) dan modal kerja.


Adapun nilai outstanding pokok PAU sampai dengan 30 September 2020 tercatat sebesar US$ 436,68 juta.

Mengacu pengumuman yang disampaikan manajemen ESSA, perseroan akan memberikan jaminan perusahaan, aset perseroan, dan aset anak usaha perseroan.

Obligasi ini akan jatuh tempo maksimal 7 tahun sejak diterbitkan yakni 2027 dengan tingkat bunga tetap maksimal 8% per tahun.

Sebagai informasi, ESSA adalah perusahaan induk dari PAU yang bergerak di bisnis industri pemurnian dan pengolahan gas alam. ESSA juga bergerak dalam bidang manufaktur, perdagangan, ekspor, impor, distribusi LPG (Liquefied Petroleum Gas), dan kondensat.

Sedangkan, PAU adalah anak usaha yang bergerak di bisnis industri kimia dasar organik yang bersumber dari minyak bumi, gas alam dan batu bara.

Adapun dari aksi korporasi ini, ESSA menyebut akan menambah likuiditas bagi PAU dan fleksibilitas untuk melaksanakan rencana dan strategi bisnis, diversifikasi pendanaan.

"PAU akan memperoleh pendanaan untuk pembiayaan kembali utang yang akan jatuh tempo dan tambahan modal kerja," tulis manajemen ESSA, di laman keterbukaan informasi BEI, dikutip Selasa (20/10/2020).

Untuk memuluskan aksi korporasi ini, pemegang saham akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 25 November 2020 mendatang.

Private placement

Dalam prospektus di hari yang sama, ESSA juga akan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau private placement dengan jumlah sebanyak-banyaknya 1.430.000.000 saham biasa dengan nilai nominal Rp 10/saham.

Jumlah tersebut adalah maksimal 10% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh.

"Berdasarkan ketentuan POJK No. 14/2019 pasal 8A serta peraturan perundang-undangan yang berlaku, Penambahan Modal Tanpa HMETD hanya dapat dilakukan oleh Perseroan setelah memperoleh persetujuan para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham," tulis prospektus ESSA.

Manajemen menyatakan, dana yang diterima dari private placement ini akan dipergunakan untuk menambah investasi pada entitas anak perusahaan yakni PAU dan modal kerja perseroan.

"Pihak investor yang akan mengambil bagian atas saham baru yang akan dikeluarkan dalam Penambahan Modal Tanpa HMETD merupakan pemegang saham perseroan dan/atau pemegang saham baru perseroan," tulis manajemen ESSA.

Pemegang saham ESSA per Juni 2020 yakni PT Trinugraha Akraya Sejahtera 25,30%, PT Ramaduta Teltaka 15,38%, Chander Vinod Laroya (Direksi)13,65%, dan Sugito Waluyo (5,39%).

Lainnya Garibaldi Thohir (direktur) 3%), Theodore Permadi Rachmat (komisaris) 4,.44%, Rahul Puri (komisaris) 0,66%, Mukesh Agrawal (direksi) 0,12%0. Insenta Hioei (direksi) 0,04% dan publik 32,02%.

Boy Thohir, kakak dari Menteri BUMN Erick Thohir, adalah bos dari PT Adaro Energy Tbk (ADRO), sementara TP Rachmat adalah pendiri Grup Triputra.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading