Rupiah Masih Bisa ke Bawah Rp 14.000/US$ Nggak Ya...?

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
24 November 2020 09:14
Warga melintas di depan toko penukaran uang di Kawasan Blok M, Jakarta, Jumat (20/7). di tempat penukaran uang ini dollar ditransaksikan di Rp 14.550. Rupiah melemah 0,31% dibandingkan penutupan perdagangan kemarin. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah di perdagangan pasar spot. Sejatinya sentimen di pasar keuangan global sedang bagus, tetapi memang dasar rupiah sudah menguat gila-gilaan jadi rentan terserang profit taking.

Hari ini, Selasa (24/11/2020), US$ 1 setara dengan Rp 14.130 kala pembukaan pasar spot. Sama persis dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya atau stagnan.

Seiring perjalanan, rupiah masuk jalur merah. Pada pukul 09:08 WIB, US$ 1 dibanderol Rp 14.150 di mana rupiah melemah 0,14%. Dolar AS kian nyaman di atas Rp 14.100 dan makin sulit untuk mendorongnya ke bawah Rp 14.000 seperti pada awal tahun.


Kemarin, rupiah menutup perdagangan pasar spot dengan apresiasi 0,14% di hadapan dolar AS. Ini menjadi penguatan pertama setelah mata uang Tanah Air melemah dalam tiga hari perdagangan beruntun.

Meski sudah tertekan selama tiga hari, tetapi rupiah tetap dalam tren menguat. Dalam sebulan terakhir, rupiah masih menguat 3,55% terhadap dolar AS secara point-to-point. Sejak akhir kuartal III-2020 hingga kemarin, apresiasi rupiah mencapai 4,78%.

Oleh karena itu, risiko profit taking masih akan membayangi rupiah. Selama investor masih merasa keuntungan yang didapat dari rupiah sudah tinggi, maka tekanan jual bakal terus menghantui.

Selamat Tinggal Corona, Gairah Hidup Bahagia Terbayang Nyata
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading