Sentimen Mixed, Bursa Eropa Bergerak Variatif di Pembukaan

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
20 November 2020 15:32
The German share price index DAX graph is pictured at the stock exchange in Frankfurt, Germany, October 17, 2018.    REUTERS/Staff Foto: Indeks harga saham Jerman Grafik DAX digambarkan di bursa saham di Frankfurt, Jerman, 17 Oktober 2018. REUTERS / Staf

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Eropa dibuka cenderung menyamping pada perdagangan Jumat (20/11/2020), menyusul kenaikan kembal kasus Corona di Eropa dan Amerika Serikat (AS) sementara pemerintah AS mendongkrak program stimulus penanganan pandemi.

Indeks Stoxx 600, yang berisi 600 saham unggulan di Eropa cenderung flat pada awal perdagangan, dengan indeks saham sektor minyak dan gas menguat 0,7% sedangkan indeks saham sektor perbankan dan asuransi melemah 0,2%.

Setengah jam kemudian indeks Stoxx naik 0,6 poin (+0,15%) ke 388,19. Indeks FTSE Inggris tumbuh 4,6 poin (+0,07%) ke 6.338,94 dan CAC Prancis naik 11 poin (+0,2%) ke 5.485,63. Di sisi lain, indeks DAX Jerman surut 4,6 poin (-0,04%) ke 13.081,56.


Menteri Keuangan Steven Mnuchin pada Kamis mengumumkan rencana mengizinkan program pinjaman darurat bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang akan berakhir pada 31 Desember, mengurangi kemampuan bank sentral menjaga sistem keuangan.

Sentimen positif yang bakal mengangkat pasar adalah kesepakatan pimpinan majelis rendah Chuck Schumer (senator dari Partai Demokrat) dan pimpinan majelis tinggi Mitch McConnell dari Partai Republk untuk melanjutkan pembahasan stimulus.

Meski demikian, kontrak berjangka (futures) indeks bursa AS melemah di awal perdagangan Jumat pagi, dengan Dow futures anjlok sekitar 190 poin sedangkan S&P Futures dan Nasdaq futures cenderung melemah.

Pasar di Asia Pasifik bergerak variatif dii tengah kekhawatiran kenaikan kembal kasus virus corona yang berpeluang memicu penghentian sementara aktivitas ekonomi sehingga prospek kinerja emiten menjadi kabur.

Pasar global sempat mendapat energi kenakan setelah Pfizer dan Moderna mengumumkan hasil positif uji coba tahap ketiga vaksin yang mereka kembangkan. Namun, kenaikan kasus Covid-19 di Eropa dan AS memicu kekhawatiran prospek ekonomi bakal terganggu dalam jangka pendek.

Di Eropa, tatap-muka pembicaraan Brexit terpaksa ditunda setelah anggota tim Uni Eropa terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga tim perunding kembal bernegosiasi jarak jauh untuk mengejar kesepakatan dalam 10 hari waktu negosiasi yang tersisa.

Dari sisi fundamental, pemodal bakal memantau angka keyakinan konsumen di zona euro.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading