Rekind Mundur, Grup Bakrie Ambil Alih Proyek Pipa Gas Cisem?

Market - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
12 November 2020 19:40
bnbr

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Rekayasa Industri (Rekind) telah menyatakan mundur dari proyek pipa gas transmisi ruas Cirebon-Semarang pada Oktober lalu, padahal perusahaan telah memenangkan lelang proyek pipa ini sejak 2006 lalu.

Akibatnya, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) kini tengah menyiapkan sejumlah opsi untuk kelanjutan pembangunan pipa gas transmisi ini.

Komite BPH Migas Jugi Prajogio mengatakan salah satu opsi kelanjutan proyek pipa gas Cirebon-Semarang adalah memberikan proyek ini kepada pemenang kedua dari proses lelang proyek yang dilakukan pada 2006 lalu.


"Opsi pertama, berikan ke pemenang lelang ke-2 dengan parameter 2006," ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (12/11/2020).

Dia pun menyebut, pemenang kedua proyek ini adalah PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR). Lalu pemenang ketiganya adalah PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

"Benar," ungkapnya kepada CNBC Indonesia saat ditanya apakah BNBR dan PGAS adalah pemenang kedua dan ketiga dari lelang pada 2006 tersebut, Kamis (12/11/2020).

Meski opsi tersebut sedang dipertimbangkan, namun menurutnya ini akan sangat berat untuk dilakukan, terlebih karena parameter yang digunakan masih menggunakan parameter 2006.

"Berat, karena parameternya 2006. Ini semua baru alternatif, kita lihat saja hasil keputusan komite," tegasnya.

Selain opsi tersebut masih ada dua opsi lain yakni proyek akan dilelang kembali dengan melakukan desain ulang pipa dan penugasan langsung dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), di mana dana yang digunakan adalah dari BUMN.

Menurutnya, keputusan dari kelanjutan proyek pipa gas ruas transmisi Cirebon-Semarang ini akan diputuskan pada minggu depan. Saat ini Direktorat Gas BPH Migas sedang menyusun beberapa skenarionya, termasuk pro dan kontranya.

"Insya Allah minggu depan akan diputuskan komite. Saat ini sedang disusun oleh Ditgas beberapa skenario, termasuk pro kontranya," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa mengatakan PT Rekayasa Industri setidaknya sudah mengeluarkan investasi sebesar Rp 65 miliar terkait proyek pipa transmisi ruas Cirebon-Semarang.

Seperti diketahui, Rekind ditunjuk sebagai pemenang proyek pipa ini sejak 2006 lalu. Berdasarkan Rencana Induk tahun 2006 BPH Migas telah melelang ruas transmisi yang salah satunya adalah ruas Cirebon-Semarang.

PT Rekayasa Industri (Rekind) ditetapkan sebagai pemenang lelang berdasarkan SK Kepala BPH Migas nomor 035/Kpts/PL/BPH Migas/Kom/III/2006 tanggal 21 Maret 2006 dengan spesifikasi penawaran lelang adalah diameter 28", panjang 255 km, kapasitas desain 350-500 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Fanshurullah Asa mengatakan bahwa tarif pengangkutan berdasarkan hasil lelang telah disepakati US$ 0,36 per MMBTU. Ground breaking proyek pipa transmisi gas ini sudah dilakukan pada 7 Februari 2020 lalu. BPH Migas pun menargetkan proyek ini tuntas dalam 24 bulan sejak dilakukannya ground breaking tersebut.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading