Klien Sebut Jouska Lakukan Praktik Insider Trading

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
12 November 2020 13:47
Klien Jouska (CNBC Indonesia/ Tito Bosnia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penasihat hukum klien PT Jouska Finansial Indonesia (Jouska), Rinto Wardana menduga terjadi praktik insider trading atau keputusan investasi saham karena informasi orang dalam. 

Dari beberapa keterangan yang disampaikan Founder dan Direktur Utama Jouska, Aakar Abyasa Fidzuno, disebutkan ada perjanjian antara Jouska dengan PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK), yang isinya Jouska akan membantu proses IPO LUCK dan menggerakkan saham pada nominal yang sudah disepakati bersama. 

Untuk itu, Rinto akan membuat laporan baru ke Polda Metro Jaya terhadap CEO Jouska, Aakar Abyasa Fidzuno. Aakar diduga melanggar pasal 104 Undang-undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995.


"Di dalam laporan baru itu akan ada penambahan pasal tindak pidana untuk mengcover juga laporan yang telah ada ini, [disampaikan] mungkin minggu depan," kata Rinto, Kamis di Polda Metro Jaya, Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (12/11/2020).

Dalam laporan sebelumnya, kuasa hukum melaporkan Aakar ke Polda pada 3 September 2020 lalu mewakili 10 klien Jouska dengan pasal 28 ayat 1 UU ITE Nomor 11 tahun 2018 tentang Berita Bohong dan Merugikan Konsumen dalam Transaksi Elektronik.

Tidak hanya itu, tim penasihat hukum juga akan menyurati otoritas terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan, dan Bursa Efek Indonesia untuk menyampaikan Jouska diduga telah melakukan tindak pidana karena telah melakukan praktik ilegal di bidang keuangan.

Dalam kesempatan terpisah, kalangan pelaku pasar modal sebelumnya juga menduga ada unsur insider trading (perdagangan orang dalam) dan tendensi moral hazard atas kasus kerugian investasi yang dialami sejumlah nasabah perusahaan perencana keuangan PT Jouska Finansial Indonesia (Jouska).

Secara sederhana, praktik insider trading ini adalah transaksi jual maupun beli saham yang dilakukan seseorang dan atau sekelompok orang dengan dasar informasi atau fakta material yang telah diketahuinya terlebih dahulu sebelum informasi tersebut diinformasikan kepada publik, tujuannya untuk mendapatkan keuntungan di pasar modal.

Definisi ini juga sesuai dengan penjelasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengacu aturan Peraturan OJK Nomor 31 Tahun 2015 tentang Keterbukaan Atas Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik.

"Cek apakah ada conflict of interest isu dan potensi insider trading [di kasus Jouska], gampang membacanya," kata Ketua Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal, Indra Safitri kepada CNBC Indonesia, Jumat (14/8/2020).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Membongkar Pengakuan Wanita yang Dimaki Kasar Bos Jouska


(hps/hps)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading