Terungkap! Racikan Strategi Mandiri Investasi Saat Pandemi

Market - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
10 November 2020 13:12
Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi Nurdiaz Alvin Pattisahusiwa dalam Forum Diskusi Sektor Finansial denganl tema

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi membuat berbagai lini usaha terdampak, tak terkecuali perusahaan aset manajemen seperti PT Mandiri Manajemen Investasi.

Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi Nurdiaz Alvin Pattisahusiwa mengatakan pandemi bahkan menurutnya cukup mempengaruhi psikologis orang untuk berbisnis dan berinvestasi.

"Sebetulnya masa krisis ada high risk high reward. Risiko tinggi, reward juga tinggi. Tantangan kami adalah bagaimana shifting portofolio jadi dua. Yaitu agresif dan defensif," katanya dalam Forum Diskusi Sektor Finansial bertema: "Kondisi Sektor Keuangan Terkini Serta Meneropong Ekonomi 2021" di Jakarta, Selasa (10/11/2020).


Meski banyak sektor terdampak, namun menurutnya masih harus diperhatikan lebih jauh, mana sektor yang bisa bangkit terlebih dahulu. sebab, hal ini untuk mendapatkan kemenangan investasi di tengah kondisi tak pasti seperti saat ini.

"Kami juga meningkatkan proteksi untuk perusahaan bermasalah. Misal perbankan dalam menyalurkan pinjaman. Kami selektif memilih portofolio, emiten yang memiliki balance sheet dalam hal alokasi aset," jelasnya.

Selanjutnya, peluang pada saat ini adalah likuiditas yang berlimpah. Hal ini karena perbankan menurunkan tingkat deposito. Dia juga mengatakan Loan Deposit Ratio (LDR) yang semakin di titik rendah. Hal ini karena tingkat kesulitan menyalurkan pinjaman.

"September sampai Oktober flat atau turun. Deposit lebih besar 10%. Situasi likuiditas berlimpah, menawarkan solusi bagi investor yang masih takut, dengan menawarkan reksadana pasar uang (RDPU). RDPU satu-satunya diantara 2 lain yang tumbuh positif di tengah kondisi sekarang," katanya.

Tantangan lainnya adalah secara operasional, bagaimana mengelola dan melakukan kerja dari rumah tanpa mengurangi produktivitas. Infrastruktur yang mendukung harus disiapkan.

"Hal lain adalah dari sisi kebijakan strategis, dengan situasi ini, kuartal kedua di mana IHSG mengalami penurunan sampai 4.000, Rupiah volatilitas Rp 16.500, bagaimana kami mengatur portofolio alokasi aset lebih baik. Melihat peluang apa yang bisa didapatkan," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading