Duh..Saham Maybank Melorot, Gegara Duit Nasabah Raib Rp 20 M?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
09 November 2020 12:23
FILE PHOTO: Customers leave a branch of Malaysia's Maybank in Putrajaya October 9, 2009. REUTERS/Bazuki Muhammad

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) tiba-tiba melorot pada perdagangan sesi I, Senin ini (9/11/2020) di tengah sentimen yang menerpa perusahaan berkaitan dengan hilangnya dana nasabah mencapai Rp 20 miliar.

Data perdagangan mencatat saham BNII ini ditutup turun 1,71% di level Rp 230/saham, dan sempat ke level terendah hari ini Rp 220/saham. Nilai transaksi di sesi I, mencapai Rp 2,43 miliar dengan volume perdagangan 10,64 juta saham.

Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham eks Bank Internasional Indonesia (BII) ini punya kapitalisasi pasar Rp 17,51 triliun. Dalam sepekan terakhir perdagangan akumulatif, saham BNII naik 3,60% dan sebulan terakhir naik 12,75%. 


Dalam 6 bulan terakhir saham BNII bahkan masih cuan cukup besar yakni 62% dan year to date atau sejak awal tahun naik 11,65%.

Investor asing malahan masuk di saham ini pada perdagangan sesi I kendati hanya Rp 148 juta, sementara year to date asing keluar di saham ini Rp 3,86 miliar.

Kabar terbaru dari Maybank ialah soal dana nasabah yang raib. Pengacara kondang, Hotman Paris, ditunjuk oleh Maybank untuk menjadi kuasa hukum dalam kasus raibnya tabungan nasabah ini. Hotman bakal menggelar jumpa pers pada Senin hari ini (9/11).

"Ya [kuasa hukum Maybank]," kata Hotman, kepada wartawan, Minggu (8/11/2020), dikutip Detik.com.

Jumpa pers pihak Maybank akan digelar di kawasan Jakarta Utara, pukul 13.00 WIB.

"Senin jam 13.00 WIB konferensi pers Maybank di resko Jet Ski Cafe, Jalan Pantai Mutiara," jelasnya.

Sebelumnya, Winda Lunardi melaporkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri perihal uang tabungan miliknya dan sang ibunda, Floleta, senilai Rp 20 miliar yang raib.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Helmy Santika menyatakan mengatakan perkara tersebut masuk dalam proses penyidikan.

Ia pun membenarkan, kepolisian telah menetapkan tersangka atas nama A kepala cabang Cipulir Maybank sebagai tersangka yang saat ini ditahan sementara oleh penyidik di Rutan Kejaksaan Negeri Tangerang.

"Ya, benar," katanya saat dikonfirmasi CNBC Indonesia, Jumat (6/11/2020).

Sampai dengan saat ini, polisi belum menelaah lebih lanjut mengenai modus tersangka melakukan kejahatan tersebut. Pasalnya, kepolisian masih mendalami keterangan tersangka untuk menelusuri aset-aset dari aliran dana tersebut.

Selain itu, penyidik juga telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah aset milik tersangka.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria menyatakan menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan.

Menurut Taswin, kebijakan pengembalian dana nasabah akan melalui proses di pengadilan untuk membuktikan siapa yang bersalah.

"Semua tergantung pembuktian di pengadilan nanti. Siapapun yang terbukti salah nanti tentunya akan bertanggung jawab terhadap pengembalian dana nasabah," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Jumat (6/11/2020).

Dalam keterangan resmi, seperti dikutip CNBC Indonesia, Maybank Indonesia juga telah melaporkan dan memproses dugaan tindak pidana kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

"Sehingga oknum kejahatan tersebut saat ini telah ditangkap dan dalam proses hukum di Pengadilan Negeri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," tulis keterangan resmi Maybank.

Maybank saat ini menyerahkan sepenuhnya penyelesaian permasalahan ini kepada proses hukum yang berlaku dan akan mematuhi serta menghormati keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading