Investasi Saham

Yusuf Mansur Cuan di BRIS, Lo Kheng Hong Untung di Komoditas

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
09 November 2020 10:50
Lo Kheng Hong (Dokumentas pribad Lo Kheng Hong)

Sementara itu, Lo Kheng Hong, dalam kesempatan sebelumnya juga bercerita soal keuntungannya berinvestasi saham, terutama di saham-saham berbasis komoditas.

Lo merupakan penganut value investing dan sangat 'fanatik' dengan kisah sukses dengan Warren Buffett, orang terkaya nomor tiga di dunia, yang juga sukses investasi di saham. Ini juga yang membuat Lo Kheng Hong mendapat julukan Warren Buffett Indonesia.

Strategi nilai investasi atau value investing, pertama kali dikenalkan Benjamin Graham dalam bukunya The Intelligent Investor. Value investing adalah strategi investasi untuk menemukan saham super dengan harga yang lebih murah dari harga wajarnya.


Bekal ilmu value investing, Lo menerapkannya dalam berinvestasi di emiten-emiten yang mengolah komoditas sumber daya alam (SDA).

Jika kepemilikan saham YM di BRIS (dan mungkin saham syariah lainnya) belum diketahui secara detail, kepemilikan saham Lo Kheng Hong justru terpapar jelas, lantaran dia punya di atas 5% yang memang wajib dilaporkan.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang dipublikasikan di keterbukaan informasi BEI, tiga saham yang dimiliki Lo lebih dari 5%, yaitu PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Global Mediacom Tbk (BMTR) dan PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS).

PTRO dan MBSS adalah dua kendaraan bisnis yang dimiliki Grup Indika Energy, PT Indika Energy Tbk (INDY), perusahaan tambang Indonesia.

Total nilai kapitalisasi kepemilikan tiga saham Lo Kheng Hong tersebut mencapai Rp 505,97 miliar, berdasarkan harga pasar per 2 November 2020.

Kepemilikan Lo di saham Petrosea sebanyak 15% atau 151.315.800 saham. Pada perdagangan Senin pekan lalu (2/11/2020), harga saham PTRO berada pada level Rp 1.690/unit. lg.php.gifArtinya nilai kapitalisasi saham PTRO milik Lo saat ini mencapai Rp 255,73 miliar. Harga saham PTRO tahun ini relatif stabil, dari awal tahun hingga hari ini saham PTRO tercatat naik 5,61%.

Lalu Lo juga memiliki 5,68% atau 942.184.700 unit saham BMTR, perusahaan yang dikendalikan oleh pengusaha Hary Tanoesoedibjo

Hampir sebagian besar cuan atau keuntungan yang dibukukan Lo, panggilan akrabnya, berasal dari saham-saham yang berbasis komoditas.

Alasannya, pergerakan harga komoditas yang fluktuatif menjadi kesempatan untuk mendapatkan untung besar.

"Saya banyak mendapatkan keuntungan dari saham komoditas. Dulu ada PT Timah Tbk (TINS), PT Indika Energy Tbk (INDY) perusahaan batu bara, ada PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), karena komoditas itu berfluktuasi," kata Lo saat menceritakan kisah sukses dirinya berinvestasi saham di Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2020 secara virtual, Sabtu (24/10/2020).

Lo selalu mencermati pergerakan harga komoditas. Contohnya, dia tahu jika harga batu bara berfluktuasi dari harga US$ 100/ton dan drop ke US$ 50/ton, tapi bisa berbalik arah dalam waktu yang sangat cepat.

"Saya membeli saham batu bara ketika bad time, saat harganya murah. Saya beli, saya simpan karena saya tahu, suatu hari harganya pasti akan ke US$ 100/ton. Ketika harga batu bara ke US$ 100, perusahaan batu bara untung besar dan harga sahamnya naik 4.000% dan saya jual," kata Lo.

Menurut Lo, jika dia berinvestasi di sektor lain, belum tentu mendapatkan capital gain atau cuan sebesar itu.

Lo juga pernah untung besar dari saham PT United Tractors Tbk (UNTR) yang merupakan momen awal dirinya mengeruk keuntungan besar dari investasi saham. Pada 1998, Lo membeli saham UNTR pada harga Rp 250/saham.

Selama 6 tahun Lo menginvestasikan uangnya pada saham ini. Si Warren Buffett-nya Indonesia ini sangat percaya dengan konsep value investing, sehingga selama 6 tahun ia 'tidur' dan tidak mengutak-atik saham UNTR.

Baru pada 2004, harga saham UNTR sudah mencapai Rp 15.000/saham dan ia menjualnya. Lo Kheng Hong meraup untung hingga 5.900%.

Cerita seperti ini diulang pada saham-saham yang lain.Lo membeli saham INKP pada harga Rp 1.000/saham. Lalu 1,5 tahun kemudian ia menjualnya pada harga rata-rata Rp 10.000/saham. Lo mampu meraup untung 900% dari saham INKP.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading