Saldo Atlet Raib Rp 20 M, Begini Penjelasan Bos Maybank

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
06 November 2020 10:54
Taswin Zakaria, dok Maybank

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Direktur PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII), Taswin Zakaria, memberikan respons perihal hilangnya saldo tabungan milik atlet e-Sport Winda Lunardi dan ibunya, Floleta sebesar Rp 20 miliar di kantor cabang Maybank Cipulir.

Menurut Taswin, pihaknya saat ini menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

"Kita ikuti dan hormati dulu proses yang sedang berjalan di Kepolisian dan Pengadilan Negeri supaya tidak ada berita-berita yang spekulatif sifatnya," katanya kepada CNBC Indonesia, Jumat (6/11/2020).


Perseroan, kata dia, juga melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai adanya kemungkinan pihak lain yang diduga terlibat.

"Maybank di sini juga sebagai pelapor mohon perlindungan hukum dan investigasi kemungkinan keterlibatan pihak-pihak selain internal," katanya melanjutkan.

Seperti diketahui, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan Kepala Cabang (Kacab) Maybank Cipulir berinisial A sebagai tersangka dalam kasus hilangnya saldo tabungan atlet e-Sport Winda Lunardi dan ibunya, Floleta sebesar Rp 20 miliar.

Kasus tersebut bermula dari laporan Herman Lunardi sebagai pelapor yang juga merupakan orang tua dari Winda pada 8 Mei 2020. Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/B/0239/V/2020/Bareskrim.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Helmy Santika menyatakan mengatakan perkara tersebut masuk dalam proses penyidikan. Ia pun membenarkan, kepolisian telah menetapkan tersangka atas nama A kepala cabang Cipulir Maybank sebagai tersangka yang saat ini ditahan sementara oleh penyidik di Rutan Kejaksaan Negeri Tangerang.

"Ya, benar," katanya saat dikonfirmasi CNBC Indonesia, Jumat (6/11/2020).

Sampai dengan saat ini, polisi belum menelaah lebih lanjut mengenai modus tersangka melakukan kejahatan tersebut. Pasalnya, kepolisian masih mendalami keterangan tersangka untuk menelusuri aset-aset dari aliran dana tersebut.

Selain itu, penyidik juga telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah aset milik tersangka.

Sebelumnya, korban Winda menyambangi Bareskrim Polri untuk mengetahui perkembangan kasusnya, menceritakan dia baru sadar saldo tabungannya raib sejak Februari lalu seperti ditulis CNN Indonesia.

Pelaku, kata dia, mengambil uang tabungan dirinya bersama sang ibu yang berjumlah puluhan miliar. Kala itu, hanya tersisa saldo ratusan ribu dalam tabungan miliknya.

Winda menuturkan uang tersebut telah dikumpulkan dirinya selama kurang lebih 5 tahun.

"Kami sudah menabung dari 5 tahun lalu. Jadi dari 2015 kita tuh menabung. [Rekening koran tiap bulan] kita dapet, jadi yang diduga selama ini rekening koran yang kita dapat itu ternyata rekening koran palsu," kata Winda kepada wartawan di Mabes Polri, Kamis (5/11).


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading