Catat! Siang Ini Pengumuman RI Resmi Resesi

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
05 November 2020 08:22
Bongkar Muat Barang di Singapura

Jakarta, CNBC IndonesiaBadan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data pertumbuhan ekonomi yang dilihat dari produk domestik bruto (PDB) kuartal III-2020 pada pukul 11:00 WIB, Kamis ini (5/11/2020).

BPS sebelumnya sudah mengumumkan terjadinya kontraksi ekonomi yang cukup dalam di kuartal II-2020. Pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2020 anjlok -5,32% dibandingkan pada kuartal II-2019 lalu (year on year).

Sementara itu, secara kuartalan atau dari kuartal I-2020 ke kuartal II-2020 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi -4,19% (QtQ).


Dua kontraksi beruntun secara QtQ membuat Indonesia bisa dibilang sudah masuk ke fase resesi teknikal (technical recession). Pasalnya pada kuartal I-2020 secara QtQ PDB Indonesia minus 2,41%. Secara kumulatif selama semester I-2020 ekonomi Indonesia sudah minus 1,26%.

Suhariyanto, Kepala BPS, mengatakan pandemi Covid-19 membawa dampak yang luar biasa buruknya.

"Menciptakan efek domino dari masalah kesehatan menjadi masalah sosial-ekonomi dampaknya menghantam seluruh lapisan masyarakat. Rumah tangga, UMKM, sampai korporasi," kata Kecuk, sapaan akrab Suhariyanto, dalam konferensi pers sebelumnya.

Setelah mengalami kontraksi (tumbuh negatif) 5,32% year-on-year (YoY), di kuartal III-2020 juga diprediksi mengalami hal yang sama, sehingga Indonesia disahkan mengalami resesi hari ini, tetapi seberapa besar kontraksi ekonomi yang masih menjadi misteri.

Secara umum, suatu negara dikatakan mengalami resesi jika mengalami kontraksi PDB dalam dua kuartal beruntun secara year-on-year.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan PDB Ibu Pertiwi tumbuh -3,13% YoY pada periode Juli-September 2020.

Kemudian secara kuartalan (quarter-to-quarter/QtQ), PDB diperkirakan tumbuh positif pada kuartal III-2020. Bahkan cukup tinggi yaitu mencapai 5,6%.

Jika terwujud, maka akan menjadi pertumbuhan pertama dalam tiga kuartal terakhir. Tidak cuma itu, pertumbuhan 5,6% juga akan menjadi yang tertinggi sejak kuartal III-1997.

Artinya, perekonomian di kuartal III-2020 sudah mulai pulih, lebih baik kuartal II-2020 lalu.

Tanda-tanda pemulihan ekonomi di kuartal IV-2020 mulai terlihat. Pada Oktober, yang merupakan bulan pertama kuartal IV, aktivitas manufaktur Indonesia membaik yang dicerminkan dari angka purchasing managers' index (PMI).

IHS Markit melaporkan skor PMI manufaktur Indonesia pada Oktober adalah 47,8. Naik dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 47,2.

Meski naik, tetapi PMI yang di bawah 50 menandakan dunia usaha masih belum melakukan ekspansi. Malah yang terjadi adalah kontraksi.

Di bulan November, sektor manufaktur berpeluang kembali berekspansi, sebab Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta sudah dilonggarkan. Meski pemulihan diprediksi akan berjalan lambat.

"Dampak pelonggaran PSBB pada pertengahan Oktober akan terlihat pada November. Namun dengan ketidakpastian ke mana kurva kasus corona akan mengarah, perbaikan selanjutnya akan sangat tergantung dari kehadiran vaksin anti-virus corona. Sepanjang masih belum ada kepastian, aktivitas ekonomi masih akan lambat dalam beberapa bulan ke depan," papar Bernard Aw, Principal Economist HIS Markit, seperti dikutip dari siaran tertulis.

Sektor manufaktur adalah penyumbang utama PDB dari sisi lapangan usaha, oleh karena itu kembali berekspansinya sektor manufaktur akan memberikan dampak yang signifikan ke PDB

Sebelumnya, Kementerian Keuangan memproyeksikan PDB kuartal III-2020 antara minus 2,9% hingga minus 1%.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berbicara di depan jajaran menteri dalam sidang kabinet paripurna, Jokowi mengatakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 akan berkisar minus 3%.

"Perkiraan kita di angka minus 3% naik sedikit," kata Jokowi di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/11/2020).

Pelaku pasar sudah memaklumi terjadinya resesi, sebab banyak negara mengalaminya. Pandemi penyakit virus corona (Covid-19) memaksa pemerintah untuk melakukan pembatasan aktivitas warganya hingga karantina (lockdown) guna meredam penyebarannya, sektor ekonomi dikorbankan demi kesehatan, tetapi seiring berjalannya waktu ekonomi dan kesehatan mulai berjalan beriringan.

Berikut sejumlah agenda dan rilis data yang terjadwal untuk hari ini:lg.php.gif

  1. Rilis data PDB Indonesia (11.00 WIB)
  2. Pengumuman kebijakan moneter bank sentral Inggris (14:00 WIB)
  3. Rilis data klaim tunjangan pengangguran AS (20:30 WIB)

Berikut sejumlah indikator perekonomian nasional:

Indikator

Nilai

Pertumbuhan ekonomi (kuartal II-2020 YoY)

-5,32%

Inflasi (Oktober 2020 YoY)

1,42%

BI 7 Day Reverse Repo Rate (Oktober 2020)

4%

Defisit Anggaran (APBN 2020)

-6,34% PDB

Transaksi berjalan (kuartal II-2020)

-1,18% PDB

Neraca pembayaran (kuartal II-2020)

US$ 9,24 miliar

Cadangan devisa (September 2020)

US$ 135,15 miliar

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading