Newsletter

Libur Panjang Usai, Zona Merah Menanti IHSG?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
02 November 2020 06:03
Ilutrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan dalam negeri bervariasi pada pekan lalu, dalam perdagangan yang singkat, 2 hari saja. Pada Rabu hingga Jumat, pasar di dalam negeri libur cuti bersama dalam rangka perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Kamis (29/10/2020).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan penguatan 0,31% ke 5.128,225. Bursa kebanggaan Tanah Air ini juga membukukan penguatan dalam 4 pekan beruntun.
Rupiah mencatat penguatan 0,2% ke Rp 14.620/US$, sekaligus menguat 5 pekan beruntun. Sementara di pasar obligasi melemah, yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun naik 7,4 basis poin ke 6,703%.


Untuk diketahui, pergerakan yield berbanding terbalik dengan harga obligasi. Saat harga naik, maka yield akan menurun, sebaliknya ketika harga turun maka yield akan naik.
Meski IHSG dan rupiah pada pekan lalu mampu menguat tetapi tidak terlalu besar, sebab berlangsung singkat dan banyak faktor penting yang akan mempengaruhi pasar finansial pelaku pasar biasanya cenderung wait and see.

Saat pasar dalam negeri sedang libur, pasar keuangan global bergerak volatil akibat sentimen negatif dari peningkatan kasus pandemi penyakit virus corona (Covid-19) di Eropa yang berakibat pada kebijakan karantina (lockdown) di beberapa negara, meski tidak seketat lockdown di bulan-bulan awal terpapar.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada hari Rabu (28/10/2020) mengumumkan lockdown di seluruh negara mulai Jumat ini. Lockdown kali ini sedikit berbeda dengan bulan Maret lalu, kali ini sekolah dan pabrik yang masih diizinkan tetap buka.

Sementara itu motor utama perekonomian Eropa, Jerman, juga mengumumkan lockdown. Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengumumkan "light lockdown", dimana bar, restaurant, tempat olah raga, serta bioskop kembali dilarang beroperasi.

Sekolah, hingga hotel untuk perjalanan bisnis masih tetap dibuka, toko-toko juga masih beroperasi tetapi dengan jumlah pengunjung yang dibatasi.

"Light Lockdown" yang dilakukan Jerman diperkirakan membuat pertumbuhan ekonomi di kuartal IV-2020 berkontraksi setidaknya 0,5% quarter-to-quarter (QtQ).

Sementara itu dari Inggris, Perdana Menteri Boris Johnson pada Sabtu (31/10/1010) kembali mengumumkan lockdown di seluruh negara, yang akan berlaku mulai Kamis (5/11/2020) hingga 2 Desember. Warga Inggris diminta untuk tetap di rumah, kecuali untuk sekolah, urusan kesehatan, atau berbelanja kebutuhan pokok. Sementara itu pekerjaan yang tidak bisa dilakukan di rumah, seperti konstruksi tetap dilanjutkan. 

Italia, Spanyol, Belgia hingga Portugal juga sudah melakukan langkah-langkah pengetatan aktivitas warganya guna meredam penyebaran virus corona.

Kasus Covid-19 di Amerika Serikat (AS) juga masih tinggi yang memberikan sentimen negatif ke pasar finansial global.

Namun, kabar baiknya perekonomian Eropa dan AS menunjukkan kebangkitan di kuartal III-2020, tercermin dari data produk domestik bruto (PDB) yang mampu tumbuh tinggi.

Jika melihat kinerja bursa saham di Asia yang melemah pada pekan lalu merespon berbagai sentimen tersebut, ada risiko IHSG akan menyusul ke zona merah di awal pekan ini, Senin (2/11/2020).

Sementara itu, kinerja mata uang utama Asia bervariasi pada pekan lalu, sehingga rupiah juga berisiko mengalami tekanan. Begitu juga dengan pasar obligasi Asia yang mayoritas melemah pada pekan lalu, sehingga SBN kemungkinan juga akan tertekan.

Kinerja bursa saham, mata uang, serta pasar obligasi Asia serta beberapa sentimen yang akan mempengaruhi pasar keuangan dalam negeri hari ini akan dibahas di halaman 3.

HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading