Australia Lepas dari Deflasi, Dolarnya Nanjak Terus

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
28 October 2020 13:13
An Australia Dollar note is seen in this illustration photo June 1, 2017. REUTERS/Thomas White/Illustration

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar dolar Australia kembali menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS) serta rupiah di pasar luar negeri, sebab pasar Indonesia hari ini, Rabu (28/01/2020) libur hingga Jumat nanti.

Data inflasi yang menunjukkan kenaikan menjadi indikasi perekonomian Australia mulai bangkit.

Melansir data Refinitiv, pada pukul 11:20 WIB, dolar Australia menguat 0,2% ke US$ 0,7143 dan naik 0,21% melawan rupiah di Rp 10.443,07/AU$ di pasar spot. Kemarin, dolar Australia juga menguat melawan dolar AS dan rupiah. 


Biro Statistik Australia pagi tadi melaporkan indeks harga konsumen (IHK) naik atau mengalami inflasi di kuartal III-2020 sebesar 1,6% quarter-on-quarter (QoQ), dari 3 bulan sebelumnya yang turun (deflasi) 1,9% QoQ. Inflasi tersebut lebih tinggi proyeksi Reuters sebesar 1,5%.

Sementara secara tahunan atau year-on-year (YoY) terjadi inflasi 0,7% setelah mengalami deflasi 0,3% YoY di kuartal II-2020.

IHK inti juga mengalami inflasi 0,4% QoQ, lebih tinggi dari proyeksi Reuters 0,3% QoQ dan dari sebelumnya deflasi 0,1% QoQ.

Rilis data tersebut menguatkan pernyataan Wakil Gubernur bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) Guy Debelle mengatakan produk domestik bruto (PDB) di kuartal III-2020 kemungkinan akan tumbuh setelah mengalami kontraksi (tumbuh negatif) 2 kuartal beruntun.

Di kuartal II-2020, PDB mengalami kontraksi 7% QoQ, sementara di 3 bulan pertama tahun ini minus 0,3% QoQ. Itu artinya Australia mengalami resesi teknikal.

Secara tahunan, di kuartal II lalu PDB minus 6,3% YoY, sementara di kuartal I masih tumbuh 1,6% YoY.

Debelle mengatakan, lockdown di Negara Bagian Victoria akibat serangan virus corona gelombang kedua cukup membebani PDB, tetapi di negara bagian lainnya pertumbuhan ekonomi cukup solid.

"Pemulihan ekonomi di negara bagian lainnya mampu mengimbangi kontraksi di Victoria, bahkan bisa membawa PDB tumbuh. Kemungkinan penurunan di Victoria juga tidak seburuk perkiraan kami di bulan Agustus," kata Debelle sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (27/10/2020).

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading