Debat Capres AS

Jreng! Biden Mau Setop Industri Minyak AS

Market - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
23 October 2020 10:29
Democratic presidential candidate former Vice President Joe Biden gestures while speaking during the first presidential debate Tuesday, Sept. 29, 2020, at Case Western University and Cleveland Clinic, in Cleveland, Ohio. (AP Photo/Julio Cortez)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyataan baru muncul dari calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Joe Biden. Dalam debat terakhir melawan petahanan dari Partai Republik Donald Trump, ia menyebut akan menyetop industri minyak jika menjadi presiden AS.

Biden menyebut bahwa dia akan melakukan transisi dari industri minyak. Menurutnya dirinya akan lebih memilih industri yang 'lebih bersih'.




"Saya akan menyetop subsidi dari pemerintah federal ... Saya akan melakukan transisi dari industri minyak," ujarnya dalam debat capres AS yang berlangsung streming di CNBC International, Jumat (23/10/2020).

Trump kemudian memotong ucapan Biden. Ia pun langsung mengarahkan pernyataan ke negara bagian penghasil minyak seperti Texas, Oklahoma dan Pennsylvania.



"Ini pernyataan besar," kata Trump seraya bertanya apakah pemilih di negara bagian tersebut akan berpikir kembali untuk memilih Biden.

Pernyataan Biden muncul saat debat membahas soal perubahan iklim. Setidaknya ada lima tema debat yang dibahas mulai dari Covid-19, keluarga di AS, permasalahan ras, keamanan nasional dan kepemimpinan.

Produksi minyak AS melonjak 38% dari akhir 2016 hingga 2019, menjadi 12,2 juta barel per hari. Tetapi jumlah pekerjaan di seluruh sektor hanya tumbuh 16%, menjadi 644.000.

Ini sesuai data analisis E&E News dari data Biro Statistik Tenaga Kerja. Itu masih 113.000 lebih sedikit pekerjaan daripada pekerjaan pada puncak industri pada tahun 2014.

Debat dilakukan di negara bagian Tennessee, tepatnya di Universitas Belmont di Nashville. Debat dipantu monderator dari NBC, Kristen Welker.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading