Vaksinasi Anti Corona November, Siap Serok Cuan dari Saham

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
13 October 2020 09:48
Presiden Joko Widodo tiba di PT Bio Farma (Persero) Bandung untuk meninjau fasilitas produksi dan pengemasan Vaksin COVID-19, Selasa 11 Agustus 2020 pukul 09.45 WIB. (Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar Indonesia akan mulai melakukan vaksinasi pada awal November atau Desember tahun ini sempat menjadi perhatian pelaku pasar. Ada harapan, vaksinasi ini bisa menjadi solusi paling efektif dalam mencegah penularan virus Corona.

Hingga Senin (12/10/2020), virus covid-19 telah menginfeksi 336.716 masyarakat Indonesia.

Menurut Direktur Panin Asset Management Rudiyanto, vaksinasi pada November ini menjadi kabar positif bagi pasar. Sebab, menurutnya, bila pandemi virus Corona di tanah air bisa terkendali, maka aktivitas perekonomian bisa pulih kembali.


"Kalau benar jadi di bulan November, maka ini merupakan berita yang bagus, apabila aktivitas perekonomian pulih secara perlahan, maka semua sektor akan diuntungkan," kata Rudiyanto, kepada CNBC Indonesia, Senin (12/10/2020).

Namun, dia menuturkan, kabar baik tidak secara serta merta bisa menguntungkan suatu perusahaan tertentu karena vaksinasi adalah program pemerintah.

"Sifatnya sentimen. Belum tentu ada perusahaan yang diuntungkan secara khusus karena merupakan program pemerintah. [Perusahaan] tentu tidak bisa atau tidak berani ambil margin," katanya lagi.

Sementara itu, Equity Analyst PT Phillip Sekuritas, Anugerah Zamzami Nasr berpendapat, jika memang vaksinasi sudah mulai dilakukan pada November, dampaknya bisa mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia. Dari semua instrumen investasi, dengan keyakinan investor, saham menjadi yang direkomendasikan karena masih punya ruang pertumbuhan.

"Impact-nya akan positif seiring dengan percepatan recovery ekonomi ke level potensialnya. Sehingga, dengan ekspektasi growth ini, saham harusnya bisa lebih prefer," ujarnya saat dihubungi CNBC Indonesia.

Seperti diketahui, Kementerian Kemaritiman dan Investasi mengungkapkan program vaksinasi Covid-19 akan dimulai pada awal November 2020. Indonesia akan mengandalkan vaksin buatan China untuk mengusir corona dari Bumi Indonesia.

Kepastian pelaksanaan program vaksinasi ini karena tiga produsen vaksin Covid-19 China sudah menyanggupi penyediaan jutaan dosis untuk Indonesia.

Cansino menyanggupi 100,000 vaksin (single dose) pada bulan November 2020, dan sekitar 15-20 juta untuk tahun 2021.

G42/Sinopharm menyanggupi 15 juta dosis vaksin (dual dose) tahun ini, yang 5 juta dosis akan mulai datang pada bulan November 2020.

Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020, dengan komitmen pengiriman 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) pada minggu pertama November dan 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) lagi pada minggu pertama Desember 2020, ditambah 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk.

Untuk tahun 2021, Sinopharm mengusahakan 50 juta (dual dose), Cansino 20 juta (single dose), Sinovac 125 juta (dual dose). Single dose artinya satu orang hanya membutuhkan 1 dosis vaksinasi, sementara dual dose membutuhkan 2 kali vaksinasi untuk satu orang.

Ketiga perusahaan tersebut diketahui sudah masuk pada tahap akhir uji klinis tahap ke-3 dan dalam proses mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) di sejumlah negara.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading