Riset Eksklusif

Dana PEN Jadi Alat Pacu Sektor Properti, BTN Bakal Moncer

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
02 November 2020 11:53
INFOGRAFIS, Perhatikan 7 Hal Ini Sebelum Investasi Properti

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mengucurkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui bank-bank BUMN. Program ini membuka peluang PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memompa sektor properti yang menjadi salah satu pendorong Produk Domestik Bruto (PDB).

Krisis pandemi tahun ini memukul berbagai sendi perekonomian, seiring dengan kebijakan pembatasan sosial untuk mengerem penyebaran virus Covid-19. Industri properti yang telah tersengal-sengal dalam beberapa tahun pun kian terpukul.

Sejak tahun 2014, keluhan mengena perlambatan pertumbuhan industri properti telah mengemuka setelah Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa sektor real estate hanya tumbuh 5%, atau sedikit di bawah pertumbuhan ekonomi pada tahun itu yang sebesar 5,02%.


Sektor properti tersebut terus melambat hingga puncaknya terjadi pada 2018, di mana sektor tersebut hanya tumbuh 3,8% atau jauh di bawah pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,2%. Penjualan properti residensial kuartal IV-2018 turun 5,8% secara kuartalan, menurut survei Harga Properti Nasional oleh Bank Indonesia (B).

Sektor tersebut mulai bergeliat tahun lalu setelah berbagai insentif dikeluarkan seperti kemudahan perizinan rumah subsidi, relaksasi aset terhadap pinjaman (loan to value/LTV), hingga subsidi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk masyarakat bawah. Sektor properti pada 2019 tercatat tumbuh 5,7% atau di atas pertumbuhan ekonomi (5,02%).

Pelaku usaha properti pun berharap kondisi tersebut bakal berlanjut tahun ini, terutama setelah Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan dari level tertingginya (6%) menjadi 5%. Tahun 2020 diharapkan menjadi lompatan bagi industri properti, karena BI 7 Day Reverse Repo Rate berada di angka 4%, yang diharapkan memperingan bunga KPR bagi masyarakat.

Namun apa lacur, krisis pandemi mengaburkan semuanya. Data Indonesia Property Watch (IPW) menyebutkan industri properti telah anjlok 60% sampai dengan kuartal pertama 2020, dibandingkan dengan 2019 yang masih tumbuh 10,9% secara tahunan.

Pelemahan bisnis properti tersebut semakin terasa ketika memasuki kuartal II/2020. "Tahun ini merupakan penurunan terendah sektor properti dalam 5 tahun terakhir," ujar Ali Tranghanda, CEO IPW, dalam pernyataan resminya kepada pers pada 4 Mei 2020.

Untuk mencegah perlambatan tersebut, pemerintah harus bergerak cepat dengan memprioritaskan pemulihan sektor properti, karena sektor ini dikenal memiliki dampak berantai yang sangat luas terhadap sektor usaha lainnya.

Misi Penyelamatan di Kala Pandemi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading