Kejar Modal Rp 3 T, RUPSLB Restui Bank Jago Rights Issue Lagi

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
05 October 2020 19:15
Bank Jago

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemegang saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) menyetujui rencana perusahaan untuk melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue tahap kedua.

Aksi korporasi ini ditujukan untuk rencana pengembangan strategis perusahaan ke depan. Hal tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Dalam rapat ini, pemegang saham memberikan keputusan atas dua agenda yakni penyesuaian modal dasar atas hasil pelaksanaan rights issue tahap I dan pernyataan kembali anggaran dasar perusahaan dan rights issue tahap I.


Direktur Utama Bank Jago Kharim Siregar mengatakan jumlah saham baru yang akan diterbitkan sebanyak-banyaknya 3 miliar saham.

"Yang pasti, dana hasil rights issue tahap II ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan agar dapat memenuhi aturan modal minimum bank sebesar Rp 3 triliun, membiayai ekspansi usaha, investasi di infrastruktur teknologi informasi dan pengembangan sumber daya manusia," kata Kharim dalam siaran persnya, Senin (5/10/2020).

Dia mengatakan langkah penguatan modal ini dilakukan untuk agar memiliki daya saing tinggi dan mampu beradaptasi terhadap perubahan akibat Covid-19.

Untuk itu, perusahaan dituntut untuk meningkatkan skala usaha dan membangun infrastruktur teknologi yang mumpuni.

"Sejak Covid-19 kita menyaksikan sendiri akselerasi adopsi teknologi dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari hari. Kami tentu ingin menjadi bagian dari perubahan hidup masyarakat yang semakin digital. Kami beruntung memiliki investor yang sangat memahami bahwa bank berbasis teknologi itu perlu diperkuat dengan modal yang optimal," jelasnya.

Sebelumnya pada April 2020 perusahaan telah melakukan rights issue tahap pertama dan memperoleh dana senilai Rp 1,3 triliun.

Dana hasil penerbitan saham baru tersebut digunakan untuk menambah modal, meningkatkan skala bisnis, merekrut sumber daya manusia yang relevan dengan aspirasi bank dan investasi di bidang teknologi.

Tambahan modal juga telah mendorong bank yang dulu bernama Bank Artos Indonesia ini naik kelas ke kelompok Bank BUKU II (bank umum kelompok usaha, dengan modal inti antara Rp 1 triliun sampai Rp 5 triliun).

Lebih lanjut, Direktur Kepatuhan Bank Jago Tjit Siat Fun menambahkan, perseroan belum dapat memberikan informasi terkait dengan harga pelaksanaan, rasio, target harga, dan juga pembeli siaga atau standby buyer.

"Pada saat nya, tentu kami akan umumkan melalui prospektus keterbukaan informasi berikutnya," katanya.

"Yang jelas, tujuan dari penerbitan saham baru ini adalah untuk memperkuat struktur modal sehingga dapat memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp 3 triliun, investasi infrastruktur IT, dan rekrutmen sumber daya manusia yang relevan dengan aspirasi Bank Jago menjadi bank berbasis teknologi yang tertanam dalam suatu ekosistem."

Dia menegaskan modal inti (tier 1) Bank Jago saat ini senilai sekitar Rp 1,2 triliun.

"Saat ini, kami tentu belum bisa memproyeksikan berapa modal inti setelah rights issue, karena kami masih melakukan valuasi untuk menentukan harga dan rasio rights issue."

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, saham ARTO ditutup minus 1,06% di level Rp 2.800/saham. 

Sebagai perbandingan, pada rights issue I, perseroan merilis sebanyak 9,65 miliar saham baru. Setiap pemilik 1 unit saham mendapatkan 8 unit saham baru. Harga pelaksanaan rights issue dengan HMETD pada April lalu itu ditetapkan Rp 139/saham. 

Tapi jika mengacu pada harga rata-rata saham ARTO di level Rp 2.787/saham saat ini, maka nilai rights issue berpotensi menembus Rp 8.4 triliun dengan asumsi harga tersebut.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading