Analisis Teknikal

Trump Sehat! Jangan Kaget Kalau IHSG Naik Lagi di Sesi II

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
05 October 2020 13:03
Presiden AS Donald Trump saat melambaikan tangan dari dalam mobil. (AP/Anthony Peltier)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi pertama awal pekan Senin (5/10/20) ditutup naik 0,28% di level 4.940,75 setelah kondisi kesehatan Presiden AS Donald Trump dikabarkan membaik.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi beli bersih sebanyak Rp 100 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 3,1 triliun.

Para pelaku pasar (dan dunia) kembali memperoleh perkembangan yang lebih jelas mengenai kesehatan presiden Negeri Adidaya. Melalui berbagai cuitan di Twitter, Trump mengungkapkan kondisi kesehatannya yang sepertinya tidak ada penurunan berarti.


Kondisi kesehatan Trump membuat pelaku pasar lega.

Jika Trump berhasil mengalahkan virus yang awalnya menyebar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China tersebut, maka agenda Pilpres AS tidak akan terganggu. Satu ketidakpastian bisa dihapus dari daftar.

Perkembangan ini membuat investor enggan bermain aman. Aset-aset berisiko di negara berkembang kembali diperebutkan, termasuk di Indonesia. Ini membuat IHSG mampu menghijau.

Proyeksi teknikal IHSG 5 Oktober 2020/Tri PutraFoto: Proyeksi teknikal IHSG 5 Oktober 2020/Tri Putra
Proyeksi teknikal IHSG 5 Oktober 2020/Tri Putra

Analisis Teknikal

Pergerakan IHSG dengan menggunakan periode per jam (hourly) dari indikator Boillinger Band (BB) melalui metode area batas atas (resistance) dan batas bawah (support). Saat ini, IHSG berada di area batas atas, dengan BB yang menyempit maka pergerakan IHSG selanjutnya cenderung terparesiasi.

Untuk merubah bias menjadi bullish atau penguatan, perlu melewati level resistance yang berada di area 4.965. Sementara untuk melanjutkan tren bearish atau penurunan perlu melewati level support yang berada di area 4.923.

Indikator Relative Strength Index (RSI) sebagai indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu dan berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

Saat ini RSI berada di area 55, yang menunjukkan belum adanya indikator jenuh beli ataupun jenuh jualakan tetapi pergerakan RSI terkonsolidasi naik karena sebelumnya naik tidak sampai menyentuh level jenuh beli sehingga biasanya menandakan pergerakan IHSG selanjutnya akan cenderung terapresiasi.

Secara keseluruhan, melalui pendekatan teknikal dengan indikator BB yang berada di area batas atas, maka pergerakan selanjutnya cenderung terapresiasi. Hal ini juga terkonfirmasi dengan indikator RSI yang terkonsolidasi naik.

Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading