Ssst...Ada 4 Investor Kakap Bakal Caplok Link Net, XL Bukan?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
05 October 2020 12:34
RUPS Link Net

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen PT Link Net Tbk (LINK)anak usaha PT First Media Tbk (KBLV) dari Grup Lippo, mengungkapkan ada sebanyak empat investor strategis yang tengah dalam proses uji tuntas (due dilligence) untuk mengakuisisi saham terbesar dari pemegang saham eksisting.

Dengan demikian, jika sudah disepakati harga, dan akuisisi dilakukan, maka nantinya akan ada perubahan pemegang saham pengendali.

Presiden Direktur dan CEO Link Net, Marlo Budiman mengatakan ada dua investor dari Malaysia dan investor dari Jepang.


"Saya gak bisa sebut nama Pak karena terkait dengan NDA [non disclosure agreement]," katanya dihubungi CNBC Indonesia, Senin (5/10/2020).

Namun kabar pasar menyebutkan salah satu investor tersebut adalah PT XL Axiata Tbk (EXCL), emiten telekomunikasi yang disokong Axiata Berhad asal Malaysia. Namun Marlo menegaskan informasi nama belum bisa disebutkan.

"Saya gak bisa comment Pak, untuk harga yang cocok. Karena itu domain-nya di shareholders level," katanya.

Hanya saja dia menegaskan para investor tersebut cocok untuk menjadi pemegang saham Link Net. "Tapi menurut saya, ke empat nya adalah investor yang cocok untuk Link Net. Ada dua strategic investors yg bergerak di bidang yang sama dengan LINK. Dan ada dua yang merupakan long-term financial investors yang memiliki fund and global operation yang besar," jelasnya.

"Target selesai nya semoga bisa akhir tahun 2020," katanya lagi.

Dia mengatakan setelah terjual saham kepemilikan CVC (Asia Dewa Link) dan Lippo (First Media), maka akan terjadi perubahan saham pengendali LINK.

Mengacu laporan keuangan per Juni 2020, pemegang saham LINK yani Asia Link Dewa Pte Ltd 36,99% (1.017.766.198 saham) dan First Media Tbk 29,04% (798.969.286 saham), sisanya publik 33,97%.

Sebelumnya LINK batal dicaplok oleh PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) milik Grup MNC karena terkenda harga. Pada rencana awal, seharusnya akuisisi itu sudah dilakukan 6 bulan setelah diumumkan pada Desember 2019. Namun, akhirnya belum ada kesepakatan lebih lanjut.

Terkait dengan masuknya EXCL, CNBC Indonesia sudah mencoba mengonfirmasi kepada Sekretaris Perusahaan XL Axiata, Tri Wahyuningsih, tapi belum ada informasi lanjutan.

Data BEI mencatat saham LINK langsung terbang di sesi I, naik 11,44% di level Rp 2.240/saham dan saham EXCL minus 0,48% di level Rp 2.090/saham.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading