Bisnis Maskapai Lesu, AirAsia Masuk Bisnis Akikah Kambing

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
30 September 2020 11:17
Air Asia planes Airbus A320 parked at tarmac at KLIA2 low cost terminal in Sepang, Malaysia, on Monday, April 27, 2020. AirAsia is on a temporary hibernation to all international and domestic flights due to the ongoing global outbreak of Covid-19. (AP Photo/Vincent Thian)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekspansi bisnis terus dilakukan oleh maskapai penerbangan asal Malaysia, AirAsia Berhad. Kali ini grup maskapai penerbangan tarif murah (low cost carrier/LCC) ini mengembangkan bisnisnya ke layanan akikah secara digital yang dilakukan melalui lini bisnisnya Ikhlas.

Layanan akikah yang dimaksud adalah penyembelihan hewan ternak, dalam hal ini kambing, untuk anak yang baru lahir sebagai ucapan syukur dalam ajaran Islam.

Kepala Ikhlas, Ikhlas Kamarudin mengatakan layanan akikah ini tersedia di 35 negara termasuk Mekkah dengan biaya 580-499 ringgit Malaysia.


Daging hasil kurban akan dibagikan kepada yang membutuhkan di negara masing-masing.

"Kami bangga memperkenalkan layanan Aqiqah sebagai produk lain yang mudah, nyaman dan terjangkau di platform kami yang diawali dengan paket Aqiqah Abroad, yang akan segera tersedia di Malaysia [...]," kata Ikhlas dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (30/9/2020).

Rencananya layanan ini akan tersedia di beberapa negara seperti Thailand, Kamboja, Vietnam, Laos, Myanmar, Filipina, Indonesia, Bangladesh, Sri Lanka, India, Palestina, Pakistan hingga Mekah.

Berita ini muncul di tengah kabar kurang mengenakkan dari perusahaan. AirAsia berpotensi kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). terhadap karyawannya.

Upaya yang ditujukan untuk mempertahankan bisnis di tengah pandemi virus corona (Covid-19) itu kemungkinan akan mempengaruhi ratusan karyawannya kali ini.

Menurut seorang sumber yang mengetahui informasi tersebut dari Chief Executive Officer (CEO) AirAsia Riad Asmat, tidak ada rincian yang diumumkan soal rencana tersebut tetapi staf yang terkena dampak akan diberi tahu paling lambat dalam waktu 72 jam.

"Kami menghadapi waktu yang sangat sulit. (Dalam) keadaan saat ini, kami tidak dapat mempertahankan apa adanya. (Ini) sangat menantang... tidak mudah. (Kami) mencoba untuk mempertahankan bisnis (sementara pada saat yang sama) mencoba untuk menopang semua orang," kata Riad seperti dikutip oleh sumber tersebut, dilansir Kantor Berita Malaysia Bernama, Senin (28/9/2020).

"Kami melakukan yang terbaik untuk bertahan hidup untuk mempertahankan sebanyak mungkin dari Anda (mungkin) dengan pesawat yang kami gunakan."

"Kami sangat berhati-hati dengan detail (dalam membuat keputusan) hari ini. Sayangnya, (kami telah memutuskan) untuk melepaskan beberapa dari Anda," katanya.

Namun demikian, sumber tersebut mengatakan bahwa staf yang diberhentikan akan dipekerjakan kembali setelah grup maskapai berhasil melewati 'badai' yang ada.

Selain itu, tim manajemen AirAsia juga akan memberikan bantuan yang diperlukan staf yang terkena dampak seperti tunjangan kesehatan, penukaran kupon penerbangan hingga akhir tahun, dan konseling.

Sebelumnya, AirAsia juga dilaporkan melakukan PHK pada 111 awak kabin, 172 pilot, dan 50 insinyur.

Keputusan itu diambil dengan tujuan untuk merampingkan operasi perusahaan, kata seorang sumber, mengutip pernyataan Chief Executive Officer AirAsia Berhad, Riad Asmat, pada briefing dengan staf maskapai, Kamis (4/6/2020).

Di Indonesia, anak usaha AirAsia Berhad, PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) juga masih tertekan kinerjanya.

Perseroan membukukan kerugian bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 909,07 miliar di semester I-2020. Kerugian ini naik lebih dari 9 kali lipat atau 1.002% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp 82,53 miliar.

Pada paruh pertama tahun ini, CMPP mencatatkan penurunan pendapatan usaha sebesar 55,15% dari sebelumnya Rp 2,99 triliun menjadi Rp 1,34 triliun.

Pendapatan ini dikontribusi dari penurunan pendapatan penerbangan berjadwal penumpang sebesar 55,57% secara tahunan menjadi Rp 1,09 triliun dari Rp 2,46 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading