Internasional

AirAsia Dikabarkan Bakal PHK Karyawan Lagi

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
28 September 2020 21:10
Air Asia planes Airbus A320 parked at tarmac at KLIA2 low cost terminal in Sepang, Malaysia, on Monday, April 27, 2020. AirAsia is on a temporary hibernation to all international and domestic flights due to the ongoing global outbreak of Covid-19. (AP Photo/Vincent Thian)

Jakarta, CNBC Indonesia - Maskapai penerbangan berbiaya rendah AirAsia Bhd berpotensi akan kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya. Upaya yang ditujukan untuk mempertahankan bisnis di tengah pandemi virus corona (Covid-19) itu kemungkinan akan mempengaruhi ratusan karyawannya kali ini.

Menurut seorang sumber yang mengetahui informasi tersebut dari Chief Executive Officer (CEO) AirAsia Riad Asmat, tidak ada rincian yang diumumkan soal rencana tersebut tetapi staf yang terkena dampak akan diberi tahu paling lambat dalam waktu 72 jam.


"Kami menghadapi waktu yang sangat sulit. (Dalam) keadaan saat ini, kami tidak dapat mempertahankan apa adanya. (Ini) sangat menantang... tidak mudah. (Kami) mencoba untuk mempertahankan bisnis (sementara pada saat yang sama) mencoba untuk menopang semua orang"

"Kami melakukan yang terbaik untuk bertahan hidup untuk mempertahankan sebanyak mungkin dari Anda (mungkin) dengan pesawat yang kami gunakan... Kami sangat berhati-hati dengan detail (dalam membuat keputusan) hari ini. Sayangnya, (kami telah memutuskan) untuk melepaskan beberapa dari Anda," kata Riad seperti dikutip oleh sumber tersebut, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Malaysia Bernama, Senin (28/9/2020).

Namun demikian, sumber tersebut mengatakan bahwa staf yang diberhentikan akan dipekerjakan kembali setelah grup maskapai berhasil melewati 'badai' yang ada. Selain itu, tim manajemen AirAsia juga akan memberikan bantuan yang diperlukan staf yang terkena dampak seperti tunjangan kesehatan, penukaran kupon penerbangan hingga akhir tahun, dan konseling.

"Bagi mereka yang terkena dampak, saya minta maaf. Anda harus tetap kuat. Kami akan mendukung Anda dengan cara apa pun dan membantu Anda melalui ini. Ini bukan sesuatu yang saya banggakan, tetapi sebagai CEO perusahaan, saya bertanggung jawab penuh dan akuntabilitas.

"Kami mencoba yang terbaik. Perusahaan harus bertahan .... Ini semua tentang kemampuan bertahan hidup sekarang," kata Riad seperti dikutip sumber tersebut.

Sementara itu, untuk staf yang masih bekerja, sumber itu mengatakan perusahaan tidak memiliki rencana untuk melakukan pemotongan gaji.

Sumber tersebut juga mengatakan bahwa AirAsia telah menghubungi pemerintah untuk meminta bantuan, tetapi belum menerima tanggapan apa pun.

"Kami bertahan hidup sendiri. Ini bukanlah sesuatu yang baru. Kami selamat. Kami belum menerima bantuan langsung," kata sumber itu, mengutip pernyataan Riad.

Sebelumnya, AirAsia juga dilaporkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 111 awak kabin, 172 pilot, dan 50 insinyur. Keputusan itu diambil dengan tujuan untuk merampingkan operasi perusahaan, kata seorang sumber, mengutip pernyataan Chief Executive Officer AirAsia Berhad, Riad Asmat, pada briefing dengan staf maskapai, Kamis (4/6/2020).

[Gambas:Video CNBC]


[Gambas:Video CNBC]

(res/res)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading