Internasional

Maaf, Donald Trump Kalah lagi Perang Dagang di WTO

Market - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
30 September 2020 08:30
WTO

Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) telah memberi wewenang kepada Uni Eropa untuk memberlakukan tarif pada barang-barang Amerika Serikat (AS) senilai US$ 4 miliar (Rp 59,5 triliun, asumsi Rp 14.879/US$). Ini merupakan pembalasan terhadap subsidi pembuat pesawat asal AS, Boeing Co.

Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, keputusan arbiter WTO akan dipublikasikan dalam beberapa minggu mendatang. Sebagaimana dilansir dari Reuters, baik Perwakilan Dagang AS dan kantor Uni Eropa di Washington tidak menanggapi permintaan komentar.




Sebelumnya, WTO juga mengumumkan "akhir" dari perang dagang antara AS dengan China yang sudah berlangsung selama sekitar tiga tahun terakhir. Pada 16 September, WTO memutuskan bahwa administrasi Presiden Donald Trump sebagai pihak yang "kalah", dengan menyatakan bahwa AS melanggar aturan perdagangan global karena memberlakukan tarif miliaran dolar dalam perang dagangnya ke China.

Dalam panel yang beranggotakan tiga orang, WTO mengatakan bea masuk AS melanggar aturan perdagangan karena hanya berlaku untuk China. AS juga bersalah karena menerapkan tarif di atas tarif maksimum yang disepakati.

WTO juga merasa AS tidak memiliki alasan yang cukup kuat untuk menerapkan tarif-tarif itu. "Panel sangat menyadari konteks yang lebih luas di mana sistem WTO saat ini beroperasi. Di mana saat ini terjadi serangkaian ketegangan perdagangan global yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata lembaga itu dalam kesimpulannya.

Sebagai solusi, panel merekomendasikan AS mengambil tindakan yang sesuai dengan kewajibannya. Kedua ekonomi di dunia itu juga diminta bekerja sama menyelesaikan sengketa secara menyeluruh.

Keputusan tersebut pun ditanggapi dengan baik oleh China. Negara itu mengatakan mendukung keputusan WTO dan meminta AS mendukung sistem perdagangan multilateral dan menghormati aturan yang ada.

Namun di sisi lain, AS malah mengatakan kemungkinan akan mengajukan banding. "Laporan panel ini menegaskan apa yang telah dikatakan pemerintahan Trump selama empat tahun. (Bahwa) WTO sama sekali tidak memadai untuk menghentikan praktik teknologi berbahaya China," kata Perwakilan Dagang Robert Lighthizer, sebagaimana ditulis Reuters.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading