Tutup Gerai Kuta Beach, Siapa Pemilik McDonald's Indonesia?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
29 September 2020 12:43
MCDonald's (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar mengejutkan datang lagi dari McDonald's Indonesia. Setelah sebelumnya menutup gerai di Gedung Sarinah melalui surat resmi 30 April 2020, kali ini penutupan gerai terjadi lagi yakni di McDonald's Kuta Beach Bali.

Di media sosial McDonald's Kuta Beach Bali disebutkan bakal menutup operasional mulai Selasa ini (29/9). Hal ini diduga sebagai imbas dari menurunnya angka wisatawan ke Bali, utamanya ke kawasan Kuta.

CNBC Indonesia coba mengkonfirmasi informasi ini kepada Associate Director of Communication McDonald's Indonesia Sutji Lantyka. Namun, pihak McDonald's Indonesia belum memberikan penjelasan.


"Saya no comment ya, saya tidak bisa memberikan komentar. Maaf yaa," kata Sutji, Senin (28/9).

Sebelumnya, informasi mengenai penutupan McD Kuta Beach sudah terlihat dari postingan akun @balivirall di instagram.

[Gambas:Instagram]



Sampai Jumpa!

McDonalds Kuta Beach akan tutup secara permanen mulai 29 September 2020, pukul 21.00 WITA.

Terima kasih telah mengukir cerita bersama McDonalds Kuta Beach selama 20 tahun."

Momen tutupnya gerai restoran waralaba Asal Amerika Serikat ini bukan hanya kali ini terjadi.

Sebelumnya juga terjadi penutuan pada 10 Mei di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat. Alasan angkat kakinya McD dari Sarinah karena adanya renovasi gedung oleh manajemen Sarinah.

"Atas permintaan manajemen gedung Sarinah melalui surat resmi tertanggal 30 April 2020, mereka akan melakukan renovasi dan akan melakukan perubahan strategi bisnis. Maka dengan sangat berat hati kami akan menutup pintu McDonald's Sarinah Thamrin secara permanen mulai Minggu 10 Mei 2020 jam 10:05 malam," tulis McD di instagram @mcdonaldsid.

Lantas siapa pemilik McDonald's Indonesia?

Situs resminya mencatat, McDonald's mengklaim merupakan restoran fast food terbesar di dunia yang diawali pada tahun 1955 di California, AS.

Dengan produk unggulan berupa burger bernama Bigmac, McDonald's hingga saat ini telah memiliki ribuan restoran yang tersebar di lebih dari 100 negara, salah satunya Indonesia.

McDonald's pertama kali masuk ke Indonesia pada 1991 dengan membuka restoran pertamanya di Sarinah, Thamrin.

Pada 2009, PT Rekso Nasional Food (RNF) yang merupakan salah satu anak perusahaan dari Rekso Group menandatangani Master Franchise Agreement dengan McDonald's International Property Company (MIPCO) yang memberikan izin untuk mengoperasikan semua restoran dengan brand McDonald's dan membuka restoran baru di seluruh Indonesia.

Perpindahan lisensi ke RNF ini sempat ramai di tahun tersebut saat pengusaha bernama Bambang Rachmadi menuntut McDonalds Corporation karena memberikan lisensi ke Grup Sosro kala itu.

Konflik itu, memicu Bambang, mantan pemilik Bank IFI, memutuskan untuk menyulap 13 gerai McD yang dimilikinya menjadi ToniJack's, pada awal Oktober 2009.

Setelah mendapatkan lisensi McD dari McDonalds pusat, hingga saat ini RNF telah membuka sekiranya lebih dari 200 gerai McDonald's tersebar di berbagai kota di Indonesia yang didukung dengan lebih dari 14.000 karyawan di seluruh Indonesia.

"RNF melalui McDonald's Indonesia selalu berkomitmen penuh menyuguhkan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan, menghadirkan kualitas makanan terdepan, serta memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Indonesia," tulis situs resmi McDonald's Indonesia.

RNF adalah anak usaha dari Rekso Group di bawah bendera PT Anggada Putra Rekso Mulia.

RNF adalah satu dari sekian banyak anak usaha Grup Rekso.

Doc.Sinar SosroFoto: Doc.Sinar Sosro
Doc.Sinar Sosro

Situs resmi grup mengungkapkan, selain RNF, anak usaha lainnya yakni PT Sinar Sosro (Sosro), PT Gunung Slamat (produsen Teh Cap Botol), dan beberapa anak usaha di bidang properti dan kemasan.

Adapun Rekso International, divisi di dalam Grup Rekso, bertanggungjawab untuk urusan pemasaran dan penjualan untuk pasar luar negeri.

Keluarga Sosro

Bisnis keluarga ini juga memproduksi beberapa merek minuman terkenal di antaranya The Botol Sosro, Fruit Tea, Country Choice, air Mineral Prim-a, Step, dan TEBS.

Perusahaan ini mengklaim menjadi produsen teh siap minum dalam kemasan botol pertama di Indonesia dan di dunia.

Mengacu sejarah perusahaan, Sinar Sosro resmi didaftarkan pada 17 Juli 1974 oleh Soegiharto Sosrodjojo (generasi kedua keluarga Sosro) di Jalan Raya Sultan Agung KM. 28 kelurahan Medan Satria Bekasi.

Perusahaan ini didirikan oleh Sosrodjojo, dengan tiga penerus yakni Soegiharto, Soetjipto dan Surjanto.

Sebetulnya, perusahaan ini bermula pada 1940. Saat itu keluarga Sosrodjojo memulai usaha di kota Slawi, Jawa Tengah dengan memproduksi dan memasarkan teh seduh dengan merk Teh Cap Botol. Pada 1960, Soegiharto Sosrodjojo dan saudara-saudaranya hijrah ke Jakarta untuk mengembangkan usaha keluarga Sosrodjojo.

Grup Rekso/sumber: sites-google.comFoto: Grup Rekso/sumber: sites-google.com
Grup Rekso/sumber: sites-google.com

Pada 1969, muncul gagasan untuk menjual teh siap minum atau ready to drink tea dalam kemasan botol dengan nama Tehbotol Sosro. Nama tersebut diambil dari nama teh seduh "Teh Cap Botol" dan nama keluarga pendiri yakni "Sosrodjojo".

Selain di dalam negeri, Sosro juga merambah pasar internasional di Asia, Amerika, Eropa, Afrika, Australia dan Kepulauan Pasifik. Saat ini, Sinar Sosro memiliki 11 pabrik, lebih dari 160 kantor penjualan dan gudang dan sekitar 8.000 karyawan di seluruh Indonesia.

Pada 2009, Forbes memasukkan Soegiharto Sosrodjojo sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan bersih US$ 1,2 miliar, mengalahkan Low Tuck Kwong US$ 1,18 miliar, Eddy William Katuari US$ 1,1 miliar, dan Chairul Tanjung US$ 99 juta.

Pada 10 Maret 2010, yang juga sang pewaris dari generasi kedua, Soetjipto Sosrodjojo, meninggal dunia pada usia 77 tahun.

Beberapa literatur menyebutkan Soegiharto di Grup Rekso, dibantu lima anaknya yang semuanya lulusan sekolah di luar negeri.

Sukowati/https://gosipnya.blogspot.comFoto: Sukowati/https://gosipnya.blogspot.com
Sukowati/https://gosipnya.blogspot.com

Mereka adalah Peter Soekianto Sosrodjojo, Joseph Soewito Sosrodjojo, Richard S. Sosrodjojo, Kurniati Sosrodjojo dan Sukowati Sosrodjojo. Forbes mencatat lini bisnis konsumen Rekso dipegang putra tertua, Peter dengan andalannya yakni Sinar Sosro. Sementara bisnis minuman rasa, air mineral, dan jus, dijalankan oleh Joseph, sementara RNF dipegang Sukowati.

Adapun Gunung Slamat didirikan oleh keluarga Sosrodjojo pada 1953 setelah mereka menghasilkan teh aromatik pada tahun 1940. Selama periode itu, teh aromatik secara tradisional dikemas dan dikenal sebagai Teh Cap Botol.

Selain teh aromatik, PT Gunung Slamat mulai memproduksi juga teh hitam dan teh hijau dalam kantong teh dan paket teh longgar. Beberapa merek lainnya yakni Teh Cap Botol, Teh Celup Sosro, dan Teh Cap Poci.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading