IHSG Bisa 5.540 Akhir Tahun, Investor Lokal yang Jadi Andalan

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
24 September 2020 15:17
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 12 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5,01% ke 4.895,75. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara (trading halt) setelah  Harga tersebut ke 4.895,75 terjadi pada pukul 15.33 WIB.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Mandiri Sekuritas memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga akhir tahun ini akan bergerak 10% dari posisi saat ini atau bisa mencapai 5.540 poin.

Pertumbuhan ini masih akan ditopang oleh investor dalam negeri sedangkan investor asing masih ada potensi untuk terus melakukan net sell jika data-data ekonomi pada kuartal III tahun ini masih belum menujukkan hasil yang cukup baik.

Deputy Head of Equity Research Mandiri Sekuritas Tjandra Lienandjaja mengatakan masih ada potensi downside di pasar saham dalam negeri dan akan berdampak pada pertimbangan investasi investor di tahun depan.


"Tahun depan bisa turun lagi, tapi kalau misalkan penyelesaian vaksin ini lebih cepat ofcourse akan memengaruhi sentimen dannjuga ekspektasi pasar akan membaik lagi untuk tahun depan," kata Tjandra secara virtual, Kamis (24/9/2020).

Secara valuasi, pasar saham dalam negeri dinilai masih cukup rendah berada pada level rata-rata 14,5x. Jika dibandingkan dengan beberapa negara lain, pasar saham dalam negeri dinilai lebih atraktif karena valuasinya tidak lebih tinggi dibanding dengan beberapa negara di kawasan seperti Thailand dan Singapura.

Namun sayangnya daya tarik pasar saham dalam negeri ini masih 'ditampung' oleh investor dalam negeri, terutama ritel mengingat asing masih terus mencatatkan net sell sejak awal tahun dengan nilai mencapai Rp 40 triliun.

Sektor yang masih digandrungi oleh investor masih berkisar di sektor consumer staples, kesehatan serta telekomunikasi dan perusahaan menara telekomunikasi.

Beberapa sektor justru dihindari mengingat sejumlah analis juga melakukan revisi prediksi EPS. Sektor tersebut antara lain otomotif dan perbankan.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading