Buka-bukaan Staf Erick Soal Antam Garap Gunung Emas Rp 200 T

Market - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
24 September 2020 12:55
Kawasan Pegunungan Tengah, Papua (CNBC Indonesia/Suhendra)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) disebut bakal mengelola bekas lahan tambang PT Freeport Indonesia di Papua, yakni Blok Wabu di Papua.

Hal ini disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI pada Selasa (22/09/2020). Lantas, apa yang melatarbelakangi pemerintah mendorong Antam mengelola lahan tambang tersebut?

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, mengatakan Blok Wabu ini memiliki cadangan emas besar dengan potensi US$ 14 miliar (sekitar Rp 200 triliun) dan memiliki luas sekitar 40.000 hektar. Bila ini dikelola Antam selaku BUMN, maka akan menguntungkan pemerintah juga.


"Satu sisi pemerintah tetap untung dengan masuknya Antam di blok ini, karena ada faktor penerimaan negara seperti pajak dan lainnya, tapi di sisi lain juga diuntungkan karena BUMN yang turun tangan (mengelola blok ini)," tutur Arya kepada CNBC Indonesia, Rabu (23/09/2020).

Lokasi Blok Wabu yang berjarak sekitar 30-40 km dari area Grasberg, lokasi tambang PT Freeport Indonesia, menurutnya ini akan menjadi keuntungan sendiri bagi Antam nantinya. Dengan demikian, ada pemanfaatan akses infrastruktur bersama.

"Jadi, ini peluang besar yang kita lihat untuk bisa diambil Antam, sehingga kita minta Antam turun ke sana untuk mengambil alih tambang emas ini," ujarnya.

Meski sudah mengirimkan surat kepada Menteri ESDM, namun menurutnya belum ada jawaban dari Menteri ESDM, terlebih karena mereka juga harus mempertimbangkan dari sisi penerimaan negara dan lainnya.

"Ya namanya sesama pemerintah, tentunya responsnya bagus, tapi harus dilihat juga, tidak boleh juga kalau BUMN yang ambil, nanti berkurang pendapatan pemerintahnya," ujar Arya.

Saat ini pihaknya juga masih menunggu keputusan dan time line yang pasti dari Kementerian ESDM terkait pengelolaan Blok Wabu ini.

"Kita tunggu dulu proses dari Kementerian ESDM. Mudah-mudahan cepat. Kami, secara operasional, sanggup (mengelola Blok Wabu)," tegasnya.

Seperti diketahui, Erick Thohir telah mengirim surat kepada Menteri ESDM, Arifin Tasrif, agar Antam bisa mengelola bekas lahan tambang PT Freeport Indonesia, yakni Blok Wabu.

Menurut Erick ini perlu dilakukan agar Antam tidak hanya mengandalkan bisnis perdagangan (trading) emas, tetapi juga mengelola tambang emasnya sendiri. Apalagi, imbuhnya, jumlah karyawan Antam mencapai seribuan, sangat sayang bila tidak mengelola tambang sendiri.

"Makanya, kemarin kita kirim surat ke Menteri ESDM, sebagai perusahaan BUMN kita mengharapkan, kami koordinasi juga dengan Kepala BKPM agar alokasi yang sudah diberikan Freeport kepada negara, diprioritaskan kepada BUMN untuk masalah pengelolaan emas itu. Sehingga kita secara konkret Antam ini bukan trading company, tapi juga perusahaan tambang emas," katanya.

Sebagai kilas balik, Blok Wabu dikembalikan PT Freeport Indonesia kepada pemerintah pusat pada awal Juli 2015 lalu sebagai bagian dari kesepakatan dalam amandemen kontrak karya di mana saat itu Freeport membutuhkan kepastian perpanjangan operasi tambang yang akan berakhir pada 2021.

Dalam salah satu poin renegosiasi kontrak yaitu pemerintah pusat meminta Freeport Indonesia untuk menciutkan luas wilayah operasi tambangnya. Pada saat itu luas wilayah tambang Freeport mencapai 212.950 hektar, sedangkan berdasarkan Undang-Undang no.4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara, luas wilayah pemegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi mineral maksimal sebesar 25.000 hektar. Artinya, luas lahan operasi tambang Freeport pun harus diciutkan.

Akhirnya, pada awal Juli 2015 Freeport secara resmi mengembalikan sebagian wilayah operasi tambangnya kepada pemerintah Indonesia menjadi 90.360 hektar. Meski masih di atas batas maksimal luas wilayah pertambangan yang diatur pemerintah, namun selebihnya itu disebut hanya sebagai wilayah penunjang operasi tambang.

Adapun potensi emas di Blok Wabu ini sebesar 4,3 juta ton bijih emas berkadar emas (Au) 2,47 gram per ton.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading