Kemarin To The Moon, Hari Ini Harga CPO Terpeleset

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
22 September 2020 12:32
Pekerja mengangkut hasil panen kelapa Sawit di kebun Cimulang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/3). Badan Pusat Statistik BPS  mengumumkan neraca Perdagangan (Ekspor-impor) Pada bulan Februari, nilai ekspor mencapai US$ 12,53 miliar, atau turun 11,33% dari tahun sebelumnya (YoY). Nilai ekspor minyak sawit sepanjang Januari-Februari 2019 hanya mencapai US$ 2,94 miliar, yang artinya turun 15,06% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak sawit mentah (CPO) berbalik arah pada perdagangan hari ini Selasa (22/9/2020) setelah reli tak terbendung dalam sepekan lalu dan menyentuh harga tertingginya sejak pertengahan Januari. 

Pada 11.15 WIB, harga CPO untuk kontrak pengiriman Desember di Bursa Malaysia Derivatif Exchange melemah 1,3% ke RM 2.967/ton. Amblesnya harga CPO mengekor penurunan harga minyak nabati lain seperti minyak kedelai yang harga kontraknya di Bursa Komoditas Dalian turun 1,54%.


Penurunan harga merespons sentimen yang buruk seputar pasar keuangan dan komoditas. Indeks dolar semalam menguat 0,8% dan menekan semua aset-aset keuangan serta harga komoditas.

"Indeks dolar sedang naik tinggi. Itu akan membebani komoditas secara umum, jadi jika Anda melihat semua komoditas: pasar pertanian, energi, logam, semuanya berada di bawah banyak tekanan, jadi itu salah satu bagian dari persamaan ketika dolar menguat," ungkap chief market strategist Blue Line Futures, Phil Streible.

Namun meski terkoreksi, beberapa sentimen positif masih beredar di pasar terutama soal peningkatan permintaan minyak nabati dari China dan India sebagai konsumen dan importir terbesar di dunia. 

Mengutip Reuters yang mengacu pada data surveyor kargo, Ekspor minyak sawit dari Malaysia ke China telah meningkat menjelang liburan selama seminggu untuk festival Pertengahan Musim Gugur, mulai 1 Oktober nanti. 

Menurut Refinitiv Commodities Research, pengiriman diperkirakan stabil hingga bulan depan, dengan adanya peningkatan impor dari pembeli utama India menjelang festival Diwali.

Data Refinitiv menunjukkan ekspor minyak sawit Malaysia selama 1-15 September naik menjadi 0,75 juta ton, naik 12% dibandingkan periode yang sama bulan lalu sebesar 0,66 juta ton. Kenaikan ini dipicu oleh pengiriman yang lebih tinggi ke tujuan utama termasuk India dan Eropa.

Pengiriman minyak sawit ke India selama 15 hari pertama bulan ini melonjak menjadi 165 ribu ton atau naik 61% dibandingkan periode yang sama bulan Agustus. Pengiriman diperkirakan akan stabil hingga bulan depan, setelah mengalami permintaan yang lebih lambat terkait dengan lockdown Covid-19 selama beberapa bulan.

Reuters melaporkan permintaan minyak sawit India seharusnya lebih baik menjelang festival Diwali, tetapi konsumsi akan lebih lemah di sektor perhotelan dan makanan yang terpengaruh oleh pandemi Covid-19.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading