Internasional

Gokil! Bidik Rp 518 T, IPO Ant Group Jadi Terbesar di Dunia!

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
22 September 2020 08:16
Jack Ma, founder of Chinese e-commerce giant Alibaba, arrives for a meeting with Thailand's Prime Minister Prayuth Chan-ocha in Bangkok, Thailand, April 19, 2018 during a visit to the country to announce the group's investment in the Thai government's Eastern Economic Corridor (EEC) scheme.  REUTERS/Jorge Silva/Pool

Jakarta, CNBC Indonesia - Ant Group milik miliarder Jack Ma akan mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO) di pasar saham China dan membidik dana segar US$ 35 miliar atau Rp 518 triliun (kurs Rp 14.800/US$.

Nilai tersebut akan mencatatkan rekor penawaran perdana atau IPO tertinggi di dunia, mengalahkan rekor IPO yang dicatatkan Saudi Aramco senilai US$ 29 miliar atau Rp 429 triliun.

Peningkatan target dana IPO itu disebutkan lantaran mempertimbangkan minat investor awal, sebagaimana dikutip Bloomberg, Selasa (22/9/2020).


Sumber Bloomberg mengungkapkan, target baru dana IPO perusahaan afiliasi Alibaba ini berdasarkan valuasi yang dinaikkan menjadi sebesar US$ 250 miliar atau Rp 3.700 triliun, direvisi dari perkiraan sebelumnya sebesar US$ 225 miliar sehingga dana IPO yang bisa diraih mencapai sekitar US$ 30 miliar.

IPO paralel dari perusahaan pembayaran digital induk Alipay di Bursa Hong Kong dan Bursa Shanghai ini akan menandai rekor IPO terbesar dunia milik Saudi Aramco.

Setelah regulator Bursa Shanghai sudah memeriksa kelengkapan data transaksi Ant dengan Alibaba, dan alasan mengecualikan raksasa ritel itu sebagai pemegang saham biasa, maka grup fintech asal China tersebut akhirnya mengantongi persetujuan IPO pada pekan lalu untuk listing di Bursa Shanghai.

Perusahaan yang berbasis di Hangzhou ini pun berharap bisa menyelesaikan 'rintangan' berikutnya terkait dengan penyelesaian dokumen IPO di Bursa Hong Kong pada Kamis pekan ini, kata Bloomberg.

IPO-nya diharapkan berlangsung pada Oktober mendatang, menurut Wall Street Journal.

Ant dibentuk pada tahun 2014 untuk menjalankan Alipay, layanan pembayaran digital yang digunakan oleh hampir 1 miliar orang di China, dan mendapatkan sebagian besar pendapatan dari pinjaman cepat konsumen.

Ant menghasilkan pendapatan 72,5 miliar yuan (US$ 10,5 miliar) pada paruh pertama tahun 2020 dan mencetak laba sebesar 21,2 miliar yuan (US$ 3,1 miliar).

CEO Ant Eric Jing mengatakan kepada Think Business pada 2017 bahwa alasan nama perusahaan "Ant" atau serangga kecil, semut, karena perusahaan melayani "orang-orang kecil".

Sebelumnya manajemen Ant Group menyatakan bahwa induk usaha Alipay ini akan tercatat di papan STAR di Bursa Shanghai dan di Bursa Hong Kong.

Papan Star atau Star Market (Science and Technology Innovation Board) adalah papan baru untuk perusahaan rintisan teknologi yang ingin IPO di Bursa China (mirip papan perdagangan teknologi di Bursa Nasdaq).

Pencatatan ganda atau dual listing ini akan membantu rencana Ant Group dalam mempercepat rencana digitalisasi industri jasa di China.

"Menjadi perusahaan publik akan meningkatkan transparansi bagi para pemangku kepentingan kami, termasuk pelanggan, mitra bisnis, karyawan, pemegang saham, dan regulator," kata Eric Jing, dalam sebuah pernyataan, dilansir CNBC International, Selasa (21/7/2020).

"Melalui komitmen kami untuk melayani yang kurang terlayani, [kehadiran] kami memungkinkan seluruh masyarakat untuk berbagi pertumbuhan [bisnis] kami," katanya.

Ant dikenal sebagai perusahaan di balik dompet ponsel Alipay, yang bersama-sama dengan WeChat Pay milik Tencent telah menjadi alternatif yang sangat populer bagi masyarakat di China untuk mendapatkan uang tunai.

Beberapa sumber di pasar juga menyebutkan, Ant Group sudah menunjuk China International Capital Corp, Citigroup Inc., JPMorgan Chase & Co. dan Morgan Stanley untuk membantu penawaran umum di Hong Kong.

Sebagai informasi, BUMN minyak asal Arab Saudi, Saudi Aramco meraup dana US$ 25,6 miliar melalui penawaran umum saham perdana pada 11 Desember 2019 di Bursa Tadawul, Saudi.

Ditambah dengan saham tambahan (greenshoe), maka Aramco meraih dana IPO US$ 29,4 miliar, terbesar di dunia dan mengalahkan IPO Alibaba pada September 2014 yang berhasil meraih US$ 25 miliar.

Alibaba telah lebih dulu melakukan IPO pada tahun 2014 di NYSE, AS, tepatnya pada 19 September. Kemudian melakukan secondary listing di Bursa Hong Kong pada 15 November 2019.

Sebelumnya IPO Alibaba mematahkan IPO terbesar di dunia yang dicetak Bank Pertanian China (Agricultural Bank of China) yang memperoleh US$ 22,1 miliar pada debut perdana di bursa saham Hong Kong.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading