Sempat Diragukan, Miliar Vaksin Covid-19 Rusia Sudah Dipesan

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
21 September 2020 14:02
In this handout photo taken on Thursday, Aug. 6, 2020, and provided by Russian Direct Investment Fund, an employee shows a new vaccine at the Nikolai Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology in Moscow, Russia. Russia on Tuesday, Aug. 11 became the first country to approve a coronavirus vaccine for use in tens of thousands of its citizens despite international skepticism about injections that have not completed clinical trials and were studied in only dozens of people for less than two months. (Alexander Zemlianichenko Jr/ Russian Direct Investment Fund via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Vaksin Covid-19 buatan Rusia sempat diragukan efektivitas dan keamanannya, namun 10 negara sudah memesan 2,1 miliar vaksin.

10 negara berasal dari Asia, Amerika Selatan dan Tumur Tengah sudah menandatangani perjanjian awal untuk memesan vaksin Covid-19 Rusia bernama Sputnik V ketika vaksin terbukti efektif, seperti dikutip dari Indian Express, Senin (21/9/2020).

Rusia mengatakan masih ada 10 negara lain yang sedang dalam tahap negosiasi pemesanan vaksin. Brasil, Afrika Selatan, Meksiko dan Arab Saudi disebut sedang terlibat dalam negosiasi pemesanan vaksin Rusia.


Sputnik V merupakan vaksin Covid-19 yang pertama dipatenkan. Pemerintah Rusia mematenkan vaksin ini Agustus 2020. Pematenan ini mengundang sikap skeptis dari berbagai pihak. Sebab, belum ada data riset resmi soal efektivitas dan keamanan vaksin ini.

Para ahli vaksin di dunia buta terhadap vaksin Rusia ini karena belum ada riset resmi ketika vaksin dipatenkan. Namun Rusia tak bergeming, mereka melanjutkan pengembangan vaksin ini. Saat ini vaksin ini sudah masuk tahap uji klinis fase tiga atau tahap akhir yang diuji di Rusia dan negara lainnya.

Nah, pada awal bulan ini, hasil riset uji klinis awal dipublikasikan di jurnal kesehatan internasional. Th Lancet. Dalam uji kepada 38 orang berusia 18-60 tahun yang dilakukan selama 42 hari, tidak ditemukan efek samping membahayakan pada vaksin ini.

"Dalam uji coba yang dilakukan kepada 38 orang dalam 42 hari itu, tenaga medis tidak menemukan adanya efek samping serius di antara para relawan dan dipastikan vaksin merespon antibodi," tulis jurnal tersebut, dikutip sejumlah media internasional.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading