Awas! Tembus US$ 1.900/Troy ons, Harga Emas Bisa Longsor

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
21 September 2020 18:35
Gold bars and coins are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael Dalder

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia melemah tajam pada perdagangan Senin (21/9/2020), setelah sepanjang pekan lalu membukukan penguatan 0,42%. Meski membukukan penguatan mingguan tetapi jika melihat ke belakang secara teknikal logam mulia ini sebenarnya berada dalam tren penurunan.

Pada pukul 16:46 WIB, emas diperdagangkan di level US$ 1.930,13/troy ons, melemah 1% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Level tersebut merupakan yang terendah sejak 9 September lalu.

Bos bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed yang akan berbicara di sejak awal pekan ini hingga Kamis nanti akan menjadi salah satu penggerak utama emas.


Pada pekan lalu, bos The Fed, Jerome Powell mengumumkan akan mempertahankan suku bunga <0,25% hingga tahun 2023.

Powell hari ini akan berbicara secara daring pukul 21:00 WB, bersama anggota komite pembuat kebijakan moneter lainnya (FOMC). Kemudian, Powell juga akan memberikan testimoni di hadapan Kongres (Parlemen) AS pada Selasa hingga Kamis nanti.

Pada Selasa waktu Washington, Powell akan memberikan paparan di House of Representatives Financial Services Committee, kemudian sehari sesudahnya di House of Representatives Select Subcommittee, lalu esok harinya lagi di Senate Banking Committee.

Jika Powell kembali menegaskan suku bunga akan ditahan hingga 2023, dolar AS tentunya akan terus tertekan, dan akan menjadi keuntungan bagi emas.
Di pekan ini emas dunia memang diramal akan kembali menguat, hal itu ditunjukkan oleh Kitco yang melakukan survei mingguan terhadap analis di Wall Street dan juga di pasar (Main Street). 

Dari 14 analis Wall Street yang disurvei, 7 orang (50%) punya pandangan bullish terhadap emas. Sebanyak enam responden (43%) beranggapan harga emas bakal sideways (neutral) dan hanya satu orang yang berpandangan bahwa harga emas akan turun (bearish).

Hasil survei terhadap analis Wall Street sedikit berbeda dengan jawaban responden Main Street. Dari 1.367 responden yang ikut voting secara daring (online) ada 60% responden yang menjawab harga emas naik pekan ini, 21% netral dan sisanya 18% bearish.

Salah satu profesional Wall Street yang bullish terhadap emas adalah George Gero, Managing Director dari RBC Wealth Management. Meski ia melihat prospek emas masih positif tapi harga tak akan berbalik ke arah US$ 2.000/troy ons dalam waktu dekat.

Sementara itu, Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank dalam laporan yang dikutip Kitco memprediksi emas akan turun ke US$ 1.900/troy ons.
Hati-Hati Emas Bisa Longsor ke US$ 1.728/Troy Ons. 

Secara teknikal, rupiah masih berada dalam tren menurun pola Descending Triangle
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading