Kimia Farma Produksi Avigan, Erick Setop Impor! Ini Faktanya

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
17 September 2020 16:55
Erick Tohir di kimia farma. (CNBC Indonesia/Monica Wareza) Foto: Erick Tohir di kimia farma. (CNBC Indonesia/Monica Wareza)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia punya niat besar untuk mandiri dalam memasok kebutuhan medis seperti obat dan vaksin guna mengatasi wabah Covid-19 yang merebak di Tanah Air.

Pemerintah terus mendorong agar produksi obat dan vaksin bisa dilakukan di dalam negeri dengan menggaet BUMN maupun sektor swasta.

Berbicara mengenai terapi Covid-19, ada beberapa obat-obatan yang digunakan untuk menyembuhkan seorang yang terjangkit Covid-19 saat ini. Obat-obatan tersebut beragam mulai dari jenis dan harganya. Namun secara umum obat yang dipakai adalah jenis obat antivirus yang bersifat anti-inflamasi atau peradangan.


Ada beberapa nama obat Covid-19 yang sudah tak asing lagi di telinga publik seperti Chloroquine dan Hydroxychloroquine untuk obat Malaria, dexamethason untuk obat peradangan, hingga obat-obatan untuk virus HIV dan Ebola juga diuji untuk menyembuhkan Covid-19.

Obat yang juga tak kalah menyita perhatian publik adalah Favipiravir atau yang sering dikenal dengan nama dagang Avigan.

Obat ini pada dasarnya dikembangkan untuk menyembuhkan seseorang dari infeksi virus Influenza H1N1. Namun dalam kasus Covid-19 juga digunakan di berbagai tempat seperti Jepang.

Obat flu lain yang juga tak kalah beken dari Avigan adalah Oseltamivir yang lebih dikenal dengan nama Tamiflu.

Pada Mei lalu, Indonesia mendapat kiriman dari Jepang sebanyak 12.200 tablet Avigan. Obat ini diproduksi oleh Fujifilm Toyama Chemical Co.Ltd dan diberikan oleh Pemerintah Jepang melalui United Nations for Project Services (UNOPS) ke kedubes RI di Tokyo.

Belasan ribu tablet Avigan tersebut diangkut ke Tanah Air menggunakan pesawat Garuda Indonesia dan tiba di Indonesia pada 18 Mei 2020. Indonesia tak ingin terlalu bergantung dengan negara lain soal obat Covid-19.

Maklum di tengah pandemi, kebutuhan terhadap obat meningkat sementara pasokannya menipis dan terjadilah kompetisi. Mumpung ada obat yang hak patennya sudah habis, Indonesia akan memanfaatkan momentum tersebut untuk membuatnya. Tentu dengan versi yang lebih murah atau generik.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

"Obat yang kemarin kita beli ternyata patennya sudah habis dan mungkin obat itu kita bisa adakan sebagai obat generik lokal," ujar Erick dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (27/8/2020).

Selain itu Menteri BUMN juga menunjuk BUMN farmasi PT Kimia Farma Tbk (KAEF) untuk memproduksi beberapa obat Covid-19 seperti Avigan secara mandiri.

Selain berpartipasi untuk memproduksi Avigan, KAEF juga sudah memproduksi beberapa obat Covid-19 seperti Chloroquine, Hydroxychloroquine dan Azithromycin.

Tak cukup Avigan saja, pemerintah juga berencana untuk memproduksi obat lain yaitu Oseltamivir (Tamiflu) dengan target produksi 480.000 tablet yang juga akan digunakan untuk penanganan pasien Covid-19.

RI Tak Mau Impor
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading