Diproduksi Kimia Farma, Harga Avigan RI Bakal Lebih Murah!

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
16 September 2020 09:08
Menteri BUMN Erick Thohir meninjau laboratorium dan fasilitas produksi Bio Farma, perusahaan induk BUMN di bidang farmasi, di Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/8) (Dok. Kementerian BUMN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan anak usaha PT Bio Farma (Persero), yakni PT Kimia Farma Tbk (KAEF) telah mampu melakukan produksi favipiravir dengan merek jual Avigan di dalam negeri.

Obat ini merupakan salah satu obat yang dijadikan sebagai terapi penyembuhan untuk pasien Covid-19. Favipiravir adalah sejenis obat antivirus yang digunakan untuk mengatasi beberapa jenis virus tertentu seperti influenza.

"Kimia Farma sudah bisa produksi Avigan, yang selama ini impor. Masuk kategori favipiravir, [kini Kimia Farma] sudah bisa buat sendiri," kata Erick yang juga Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dalam acara webinar yang digelar Selasa (15/9/2020).


Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga menegaskan obat anti virus favipiravir yang selama ini digunakan untuk mengobati pasien virus corona (Covid-19) juga akan diproduksi RI. Salah satu merek Favipiravir yang terkenal adalah Avigan yang diproduksi oleh Fujifilm Toyama Chemical Jepang.

Produksi favipiravir akan dilakukan oleh BUMN farmasi Kimia Farma. "Kita juga akan memproduksi favipiravir yang patennya sudah lepas, jadi akan diproduksi oleh Kimia Farma," ujar Airlangga, Kamis (10/9/2020.

Selain avigan versi generik, pemerintah juga akan memproduksi Tamiflu dan Oseltamivir sebanyak 480.00 buah. Obat ini akan digunakan untuk penanganan pasien Covid-19.

Lebih lanjut, Erick menegaskan dengan adanya kemampuan perusahaan dalam negeri untuk memproduksi obat ini di dalam negeri artinya, produsen farmasi dalam negeri sudah mulai mengurangi ketergantungan Indonesia untuk terus mengimpor obat-obatan tersebut.

"Sudah bisa buat sendiri karena sudah bisa buat sendiri karena gak mau bergantung kepada bahan baku impor," imbuhnya.

Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (27/8/2020), Erick juga sudah menegaskan rencana ini. Avigan akan digunakan untuk mengobati pasien Covid-19. Obat tersebut akan diproduksi secara generik sehingga harganya bisa lebih terjangkau.

"Obat yang kemarin kita beli ternyata patennya sudah habis dan mungkin obat itu kita bisa adakan sebagai obat generik lokal," kata Erick.

Sebagai catatan, Avigan, salah satu dari jenis favipiravir memang 'naik panggung' setelah menjadi pemberitaan karena bisa menyembuhkan Covid-19. Indonesia pun telah mengimpor obat ini beberapa waktu lalu.

Avigan yang mendapat izin untuk digunakan di Jepang pada tahun 2014 itu awalnya dikenal sebagai obat flu dan pernah dipakai untuk mengobati Ebola. Namun dalam beberapa kali penelitian, obat ini belum efektif menyembuhkan Covid-19.

Terkait dengan vaksin, Erick Thohir melaporkan bahwa Kimia Farma juga telah menggandeng perusahaan asal UEA, Grup 42 (G42) dan akan memperoleh 10 juta dosis vaksin pada akhir 2020, kemudian ditambah lagi sebanyak 50 juta dosis yang akan diterima Indonesia pada akhir kuartal I-2021.

Hal tersebut diungkapkan oleh Erick ketika menemui Wakil Presiden KH Maruf Amin pada Jumat (11/9).

Selain vaksin dari UEA, Erick mengatakan Indonesia akan mendapat 30 juta dosis vaksin Covid-19 pada akhir tahun 2020 dan 300 juta dosis untuk 2021.

Erick menyampaikan vaksin tersebut merupakan hasil kerja sama beberapa BUMN farmasi dengan lembaga dan instansi farmasi mancanegara seperti Bio Farma dengan Sinovac Biotech yang berasal dari China.

Sinovac sudah berkomitmen menyediakan 20 juta dosis vaksin pada akhir tahun ini apabila proses uji klinis tahap 3 berjalan lancar. Sedangkan untuk tahun depan, akan diproduksi hingga 250 juta dosis untuk Indonesia.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading