Harga Emas Gacor Terus, Begini Strategi Bisnis Merdeka Copper

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
15 September 2020 17:18
Tambang Merdeka Copper/Youtube BSI

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten pertambangan emas Grup Saratoga, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memperkirakan tren kenaikan harga emas dunia akan terus berlanjut ke depan.

Sekretaris Perusahaan Merdeka Copper Gold Adi Adriansyah Sjoekri mengatakan, emas diburu investor sebagai aset safe haven (aset aman investasi) saat kondisi pasar sedang bergejolak.

"Banyak analis memperkirakan tren ini akan terus berlanjut. Ada beberapa faktor, termasuk pelonggaran kuantitatif," kata Adi, dalam paparan publik tahunan secara daring, Selasa (15/9/2020).


Merdeka Copper juga mengacu pada riset perusahaan bank investasi asal Amerika Serikat, Merrill Lynch yang memproyeksikan dalam 18 bulan ke depan, harga emas dunia bisa menyentuh level US$ 3.000 troy/ons. Naik cukup signifikan dari posisi pertengahan Agustus lalu harga emas dunia mencapai US$ 2.000 troy/ons.

Menghadapi situasi pandemi, perusahaan bersandi MDKA ini akan fokus menjaga fundamental bisnis perseroan.

"Perseroan memahami bahwa sepanjang paruh pertama 2020 dan untuk beberapa waktu ke depan, pandemi Covid-19 masih akan terus menjadi tantangan serta berpengaruh pada perekonomian nasional," lanjut Adi.

Hal ini terefleksi dari kinerja keuangan MDKA pada paruh pertama tahun ini, laba bersih perseroan tertekan 9,43% secara tahunan menjadi US$ 38,26 juta (Rp 566,32 miliar, asumsi kurs Rp 14.800/US$) dari perolehan di tahun sebelumnya sebesar US$ 45,25 juta.

Meski demikian, pendapatan perseroan mengalami kenaikan sebesar 3,7% menjadi US$ 199 juta atau Rp 2,95 triliun dari US$ 192 juta. Produksi emas MDKA mencapai 108.823 ounces dan tembaga 2.926 ton.

"Perseroan meningkatkan produktivitas jangka panjang dengan mengembangkan aset-aset yang sudah ada maupun aset baru," katanya.

Sampai saat ini, MDKA mengoperasikan dua aset tambang produksi, tambang emas Tujuh Bukit (PT Bumi Suksesindo/BSI) dan tambang tembaga Wetar (PT Batutua Kharisma Permai/BKP dan PT Batuatua Tembaga Raya/BTR), serta mengembangkan tiga proyek, antara lain, Proyek Tembaga Tujuh Bukit (PT Bumi Suksesindo/BSI), Proyek Emas Pani JV (JV MDKA dan J Resources).

Selanjutnya, Proyek Acid Iron Metal (AIM) Wetar/Morowali (JV MDKA dan Eternal Tsingshan Group Limited (Tsingshan), serta bertindak selaku penyedia jasa pertambangan melalui PT Merdeka Mining Servis (MMS).

"Proyek Tembaga Tujuh Bukit, dengan potensi produksi tembaga sebesar 70.000 - 90.000 ton dan emas 200.000 - 300.000 ounces per tahun untuk lebih dari 20 tahun ke depan," pungkasnya.

Dari pengembangan dari proyek Emas Pani, MDKA berpotensi memproduksi emas lebih dari 250.000 ounces per tahun lebih selama dari 15 tahun.

Sementara itu, proyek AIM berpotensi menyumbang pendapatan lebih dari US$200 juta per tahun selama 20 tahun dengan studi kelayakan ditargetkan akan selesai pada Kuartal IV-2020.

Untuk diketahui emas pada hari ini, Selasa (15/9/2020) pukul 17:02 WIB, diperdagangkan di level US$ 1.963,93/troy ons, dengan rekor tertinggi sepanjang masa US$ 2.072,49/troy ons yang dicapai pada 7 Agustus lalu.

Sementara perak diperdagangkan di kisaran US$ 27,37/ons, dengan rekor tertinggi US$ 49,51/ons yang dicapai pada 28 April 2011.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading