MDKA Berbalik Untung, Pendapatan Tambang Emas Sandi Naik 164%

Market - Tim Riset, CNBC Indonesia
18 May 2022 16:00
Tambang Merdeka Copper/Youtube BSI

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten pertambangan emas yang terafiliasi dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, PT Merdeka Copper Gold (MDKA), mencatatkan kinerja cemerlang pada kuartal pertama tahun 2022.

Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, pendapatan perusahaan tercatat melonjak hingga 164% menjadi US$ 123,09 juta atau setara dengan Rp 1,76 triliun (asumsi kurs Rp 14.350/US$) dari periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar US$ 46,55 juta (Rp 667,99 miliar).

Pendapatan ekspor dari penjualan emas, perak dan katoda tembaga naik secara signifikan dengan pendapatan dari domestik ikut tumbuh tipis.


Pendapatan yang melonjak ini membuat perusahaan akhirnya mampu membalikkan kondisi dari semula rugi US$ 4,98 juta (Rp 71,46 miliar) menjadi untung US$ 69,65 juta (Rp 999,47 miliar) pada kuartal pertama tahun ini.

Kondisi profitabilitas ini diperoleh karena proporsi beban pokok pendapatan terhadap pendapatan usaha turun signifikan dari semula mencapai 105% (lebih besar dari pendapatan), turun menjadi hanya 63% saja.

Kondisi keuangan fantastis yang dicatatkan oleh MDKA juga ikut ditopang oleh reli harga di pasar komoditas, selain pemulihan ekonomi yang pada akhirnya ikut mendongkrak permintaan.

Dalam laporan keuangannya perusahaan mencatat bahwa per 31 Maret 2022, 49.217 ons emas dilindungi nilai (hedging) pada harga rata-rata US$ 1.864 per ons.

Meskipun secara kuantitas lebih banyak, harganya sedikit lebih rendah dari akhir tahun lalu di mana 36.046 ons emas dilindungi nilai pada harga rata-rata US$ 1.903 per ons.

Sementara itu, 2.000 ton katoda tembaga dilindungi nilai pada harga rata-rata US$ 9.838 per ton, lebih rendah dari kontrak akhir tahun lalu di mana 2.000 ton katoda tembaga dilindungi nilai pada harga rata-rata US$ 10.100 per ton.

Pada perdagangan Kamis (18/5) di pasar modal, saham MDKA menguat 6,03% ke level Rp 4.750 per saham dengan kapitalisasi pasar Rp 114,53 triliun. Dalam sebulan saham ini masih tertekan 11,88%, akan tetapi sejak awal tahun telah tumbuh nyaris 24%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

PSAB Lunasi Utang ke BNI, Sengketa dengan MDKA Selesai?


(vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading