Corona Menggila di India, Minyak Sawit Kena Getahnya

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
13 September 2020 07:51
Panen tandan buah segar kelapa sawit di kebun Cimulang, Candali, Bogor, Jawa Barat. Kamis (13/9). Kebun Kelapa Sawit di Kawasan ini memiliki luas 1013 hektare dari Puluhan Blok perkebunan. Setiap harinya dari pagi hingga siang para pekerja panen tandan dari satu blok perkebunan. Siang hari Puluhan ton kelapa sawit ini diangkut dipabrik dikawasan Cimulang. Menurut data Kementeria Pertanian, secara nasional terdapat 14,03 juta hektare lahan sawit di Indonesia, dengan luasan sawit rakyat 5,61 juta hektare. Minyak kelapa sawit (CPO) masih menjadi komoditas ekspor terbesar Indonesia dengan volume ekspor 2017 sebesar 33,52 juta ton.

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) bergerak turun sepanjang pekan ini. Namun penurunannya relatif tidak signifikan, masih di bawah 1%.

Pada minggu ini, harga CPO di bursa Malaysia turun 0,85% secara point-to-point. Harga relatif stabil di kisaran MYR 2.800/ton.


Setelah mengalami tren penguatan, CPO sepertinya mulai terserang aksi ambil untung (profit taking). Maklum, sejak 25 Agustus hingga 3 September, harga komoditas ini melonjak 10,55%. Wajar kalau investor memilih mencairkan keuntungan, karena yang didapat memang tidak sedikit.

Selain itu, koreksi harga juga disebabkan oleh penurunan permintaan, terutama dari India yang merupakan negara importir CPO terbesar dunia. Sebagai gambaran, nilai impor CPO India tahun lalu adalah US$ 5,41 miliar.

Corona Menggila di India
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading