Cerita Sandiaga Cs & Boy Thohir yang Cuan Gede di Saham MDKA

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
08 September 2020 13:07
Sandiaga Salahuddin Uno mengikuti seminar dan diskusi mengenai Kewirausahaan di Kerinci, Jambi. (Dok Tim Media Sandiaga Uno)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten pertambangan emas Grup Saratoga, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berada dalam tren positif sepanjang tahun ini atau year to date (ytd). Sejak Januari hingga sesi I, Selasa ini (8/9/2020), saham MDKA sudah memberikan cuan 57%.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), dalam 3 bulan terakhir, saham emiten yang dikuasai oleh pengusaha nasional Sandiaga S Uno dan Edwin Soeryadjaya ini juga memberikan return 24,44%. Meski demikian, pada sesi I, Selasa ini, saham MDKA ditutup minus 1,18% di level Rp 1.680/saham dengan kapitalisasi pasar Rp 36,79 triliun.

Pada Selasa ini pun investor asing mencatatkan jual bersih Rp 21,33 miliar, tapi secara ytd, asing tercatat masih memborong saham MDKA sebanyak Rp 1,80 triliun, terdiri dari Rp 954,52 miliar di pasar reguler dan Rp 847,45 miliar di pasar nego dan tunai.


Di tengah tren kenaikan harga saham MDKA, data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 7 September 2020, terungkap bahwa beberapa pemegang saham utamanya ternyata mengurangi porsi kepemilikan di saham tambang emas dan mineral ini.

Mengacu laporan keuangan per Juni 2020, pemegang saham MDKA yakni Saratoga Investama Sedaya 19,74% (4.321.875.875 saham), PT Mitra Daya Mustika 13.47%, Garibaldi Thohir 8,95% (1.959.065.115 saham), PT Suwarna Arta Mandiri 7,71%, dan Pemda Kabupaten Banyuwangi 5,23%.

Selain itu, pemegang saham lainnya yakni Hardi Wijaya Liong 0,54%, Gavin Arnold Caudle 0,05%, Richard Bruce Ness 0,02%, Tri Boewono 0,02%, Heri Sunaryadi 0,02%, dan investor publik 44,79%.

Nah di data KSEI terbaru tersebut, diketahui Saratoga, Garibaldi Thohir, dan Suwarna melepas saham MDKA, dengan alasan divestasi langsung.

Saratoga mengurangi kepemilikan saham MDKA sehingga porsi saham perusahaan menjadi sebesar 19.13% dari sebelumnya 19,74%. Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI, transaksi pelepasan saham ini dilakukan pada 31 Agustus 2020.

Saratoga melepas sebanyak 131,90 juta saham di harga Rp 1.620/saham, sehingga dari penjualan ini perusahaan mengantongi Rp 213,68 miliar.

Dengan demikian porsi saham SRTG di MDKA menjadi 4.189.971.184 saham MDKA (19,13% dari total saham), dari sebelumnya 4.321.875.875 saham atau 19,74%.

Adapun per 7 September, data KSEI mencatat, porsi kepemilikan Garibaldi Thohir, kakak kandung Menteri BUMN Erick Thohir ini, berkurang menjadi 8,20% atau menjadi sebanyak 1.796.442.892 dari sebelumnya per Juni 2020 yakni 8,95% atau 1.959.065.115 saham.

Dengan demikian, Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang biasa disapa Boy Thohir ini sudah melepas 162.622.223 saham.

Hanya saja belum terungkap berapa harga pelepasan saham dalam periode Juni 2020-7 September 2020 dari Boy Thohir. Namun jika berasumsi harga pelepasan di level Rp 1.688/saham (harga rata-rata Selasa ini), maka Boy Thohir mengantongi dana Rp 275 miliar. 

Satu pemegang saham lainnya yakni Suwarna Arta juga berkurang porsi sahamnya menjadi 6,33% atau 1.386.733.708 saham, dari Juni 2020 yakni 7,71% atau 1.569.415.700 saham. Artinya perusahaan yang terafiliasi dengan Saratoga ini melepas 182.681.992 saham.

Sama juga, harga belum terungkap, tapi mengacu pada harga saham rata-rata MDKA pada Selasa ini Rp 1.688/saham, maka nilainya mencapai Rp 308 miliar.

Menurut laman resmi perusahaan, Merdeka Copper Gold fokus pada bidang usaha pertambangan, meliputi eksplorasi dan produksi emas, perak, tembaga, serta mineral terkait lainnya serta layanan pertambangan. Perusahaan memiliki lima anak usaha, salah satunya Tujuh Bukit Copper.


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading