Indeks Dolar AS Mulai Nyungsep, Tanda Emas Akan Nanjak Lagi?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
13 August 2020 17:28
Gold bars and coins are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael Dalder

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah ambrol lebih dari 5% pada Selasa (11/8/2020) lalu, harga emas perlahan mulai menanjak lagi sejak kemarin. Pada perdagangan hari ini, Kamis (13/8/2020), pukul 16:43 WIB, emas diperdagangkan di kisaran US$ 1.930,64/troy ons, menguat 0,6% di pasar spot, melansir data Refinitiv.

Di saat yang sama, indeks dolar Amerika Serikat (AS) kemarin menurun. Data Refinitiv menunjukkan indeks yang mengukur kekuatan dolar AS ini berada di level 93,155, melemah 0,31%. Kemarin, indeks dolar AS melemah 0,2% sementara emas menguat 0,34%.

Pembahasan stimulus fiskal yang kembali macet di Kongres (Parlemen) AS, menjadi penyebab kembali melemahnya indeks dolar AS.


Tanpa stimulus tambahan, pemulihan ekonomi AS tentunya akan berjalan lebih lambat. Kubu Partai Republik di House of Representatives (salah satu dari dua kamar yang membentuk Kongres AS) mengusulkan proposal stimulus baru bernilai US$ 1 triliun. Namun kubu oposisi Partai Demokrat enggan menyetujui karena merasa jumlahnya terlalu sedikit.

Steven Mnuchin, Menteri Keuangan AS, mengungkapkan bahwa Demokrat baru ingin membuka ruang dialog jika nilai stimulus fiskal setidaknya US$ 2 triliun. Presiden Donald Trump berang.

"Dolar AS membutuhkan kabar positif dari pembahasan stimulus. Pasti akan ada kesepakatan, karena para politikus tidak mungkin kembali ke konstituen mereka dengan tangan hampa. Ketika itu terjadi, maka dolar AS akan punya momentum untuk menguat terhadap mata uang lain," jelas Masafumi Yamamoto, Chief Currency Strategist di Mizuho Securities yang berbasis di Tokyo, seperti dikutip dari Reuters.

Kemerosotan indeks dolar merupakan salah satu "bahan bakar" emas melaju kencang di tahun ini. Bahkan, pada pekan lalu ketika emas memecahkan rekor tertinggi, pemicu utamanya adalah indeks dolar yang merosot ke level terendah dalam lebih dari 2 tahun terakhir.

Dengan kembali merosotnya indeks dolar, apakah emas akan menapaki jalan menuju rekor lagi?

Ini kata Para Analis
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading