Vaksin Covid-19

Pak Jokowi, Trump Sudah Pesan Vaksin Moderna Rp 22 T Lho!

Market - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
12 August 2020 10:47
President Donald Trump arrives for a news conference at the White House, Tuesday, July 21, 2020, in Washington. (AP Photo/Evan Vucci)

Jakarta, CNBC IndonesiaPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa kemarin (11/8/2020) mengumumkan akan membeli 100 juta dosis vaksin virus corona yang tengah dikembangkan Moderna Inc. Saat ini vaksin mRNA-1273 masih dalam uji coba tahap akhir.

Kesepakatan itu bernilai US$ 1,53 miliar atau mencapai Rp 22,34 triliun (kurs Rp 14.600/US$). Kesepakatan juga berisi kemungkinan pembelian 400 juta dosis tambahan.

Sebagaimana diberitakan CNBC International, AS telah menginvestasikan US$ 955 juta atau Rp 15 triliun untuk pengembangan vaksin Moderna, sehingga total investasi mencapai US$ 2,48 miliar atau Rp 36 triliun.


Sebelumnya AS juga melakukan hal sama ke pembuat vaksin lainnya, di antaranya raksasa farmasi Pfizer dan Johnson and Johnson.

AS telah membuat kesepakatan dengan Pfizer, yang juga bermitra dengan BioNtech, sebesar US$ 1,95 miliar atau Rp 28 triliun untuk 100 juta dosis vaksin dengan 500 juta tambahan.

Sedangkan dengan Johnson and Johnson, AS membuat kontrak senilai US$ 1 miliar atau Rp 14,6 triliun dengan 100 juta dosis vaksin dan 200 juta dosis tambahan.

"Kami berinvestasi dalam pengembangan dan pembuatan enam kandidat vaksin teratas untuk memastikan pengiriman yang cepat," kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih.

"Militer akan dikerahkan, mereka siap untuk mengirimkan vaksin kepada orang Amerika segera setelah disetujui sepenuhnya oleh FDA (BPOM AS) dan kita sudah dekat."

Moderna saat ini memasuki tahap III pengujian. Di mana ada 30.000 orang sukarelawan.

Nama Moderna Inc sebelumnya memang mendadak jadi perbincangan pelaku pasar di seluruh dunia. Harga sahamnya di Bursa Nasdaq, Amerika Serikat (AS) bahkan sempat melonjak di awal-awal setelah uji coba awal vaksin miliknya menunjukkan hasil menggembirakan dan berhasil menciptakan antibodi Covid-19. Vaksin itu dinamakan mRNA-1273.

Moderna mengumumkan bahwa eksperimen vaksin virus corona mereka menunjukkan hasil positif. Para relawan yang disuntik vaksin ini berhasil membangun antibodi yang melindungi dari serangan virus yang bermula dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China tersebut.

Moderna adalah emiten yang tercatat di Nasdaq. Sahamnya pada perdagangan Selasa waktu AS, melesat 11,28% di level US$ 76,75/saham.

Perusahaan pertama kali masuk Bursa Nasdaq pada 6 Desember 2018. Saat itu perusahaan langsung mengguncang pasar dengan menawarkan sebanyak 26,3 juta saham dengan harga penawaran perdana (initial public offering/IPO) di level US$ 23/saham. Dana yang dihimpun melebihi target US$ 600 juta atau Rp 8,9 triliun. Saat itu kapitalisasinya baru US$ 7,5 miliar sebagaimana dikutip biospace.com.

Beberapa investor alias penyandang dana juga cukup beragam, terutama dari pemerintah AS sendiri.

Misalnya pada 16 April 2020, perusahaan mengumumkan tambahan pendanaan dari lembaga pemerintah AS, BARDA, hingga US$ 483 juta atau Rp 7,2 triliun untuk mempercepat pengembangan mRNA-1273.

Suntikan dana ini akan mendanai pengembangan mRNA-1273 ke lisensi FDA dan peningkatan proses manufaktur untuk memungkinkan produksi skala besar pada tahun 2020 untuk respons pandemi.

Sebagai informasi, BARDA (Biomedical Advanced Research and Development Authority) atau Biomedis Penelitian Lanjutan dan Otoritas Pengembangan adalah satu divisi dari Kantor Asisten Sekretaris untuk Kesiapsiagaan dan Respons AS (Assistant Secretary for Preparedness and Response/ASPR) di Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (US Department of Health and Human Services/HHS).

Dari sisi keuangan, posisi kas dan setara kas Moderna per kuartal I-2020 dan Desember 2019 masing-masing US$ 1,7 miliar (Rp 25 triliun) dan US$ 1,3 miliar (Rp 19 miliar).

Indonesia

Di sisi lain, dari Tanah Air, juga ada kabar baik. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pelaksanaan uji klinis tahap ketiga dari vaksin Covid-19 di Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8/2020). Pelaksanaan uji klinis itu digelar di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad).

"Hari ini saya hadir di Fakultas Kedokteran Unpad di Bandung, Jawa Barat ini, dalam rangka melihat secara langsung pelaksanaan penyuntikan yang perdana. Untuk imunisasi, untuk 1.620 relawan yang akan diujicobakan dan kita berharap uji klinis yang ke-3 ini nantinya Insya Allah akan diselesaikan dalam enam bulan ini," ujar Jokowi.

"Dan kita harapkan nanti di bulan Januari kita sudah bisa memproduksi dan sekaligus juga kalau produksinya sudah siap langsung diberikan vaksinasinya kepada seluruh masyarakat di tanah air," lanjutnya.

Menurut Jokowi, produksi untuk vaksin dilakukan oleh PT Bio Farma (Persero). Untuk Agustus ini, bisa diproduksi kurang lebih 100 juta vaksin.

"Tetapi nantinya di akhir tahun 2020 di Desember meningkat menjadi 250 juta vaksin. Artinya vaksin inilah yang nanti akan digunakan untuk vaksinasi di tanah air," kata Jokowi.

Adapun selain vaksin Covid-19 racikan Bio Farma dan perusahaan asal China Sinovac, Indonesia juga mengembangkan vaksin Covid-19 secara mandiri.

Vaksin itu dikerjakan oleh Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), dan sejumlah universitas di tanah air.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading