China Pulih dari Corona, Harga CPO Reli Kencang di Bulan Juli

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
02 August 2020 13:45
FILE PHOTO: A worker collects palm oil fruit inside a palm oil factory in Sepang, outside Kuala Lumpur in this June 18, 2014 file photo.  REUTERS/Samsul Said Foto: REUTERS/Samsul Said

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar baik datang untuk komoditas minyak sawit mentah bulan ini, selama sebulan terakhir harga indeks berjangka minyak sawit mentah alias Crude Palm Oil (CPO) berhasil melesat sebanyak 14,19% dan menjadi reli terbesar sejak November 2016. Saat ini, CPO diperdagangkan dengan harga RM 2.677/ton naik dari akhir bulan lalu yang hanya RM 2.297/ton.

Reli harga CPO bulan ini memangkas koreksi harga minyak nabati menjadi hanya terkoreksi 12% saja, ini tentunya jauh lebih baik sejak jatuh 32% pada akhir April lalu.

Kenaikan harga CPO terjadi karena tingkat produksi yang rendah pada bulan Juli baik di Malaysia maupun di Indonesia. Seperti diketahui kedua negara tersebut menjadi dua negara produsen CPO terbesar di dunia dan menyuplai kurang lebih 85% stok CPO global.


Menurut Asosiasi Minyak Sawit Malaysia (MPOA) cuaca yang buruk serta kurangnya pekerja di sektor perkebunan yang tentu saja dikarenakan oleh pandemi virus corona membuat output di bulan Juli diperkirakan akan lebih rendah 25%.

Permintaan minyak nabati juga menunjukkan penguatan yang disponsori oleh pembeli utama CPO yaitu China dan India, yang sebelumnya konsumsi CPOnya terpaksa turun karena pandemi virus corona. Setelah roda ekonomi kembali berputar di kedua negara, maka permintaan CPO juga berhasil meningkat.

Impor minyak CPO dari China melonjak 53% dari bulan sebelumnya, sementara itu dari India, pengiriman CPO naik ke level tertingginya sejak 5 bulan terakhir.

Relaksasi lockdown di berbagai negara konsumen minyak sawit seperti China, Uni Eropa bahkan India pada Mei membuat ekspor Malaysia meningkat. Pada Juni lalu ekspor minyak sawit Malaysia naik lebih dari 20% dibanding bulan sebelumnya. 

Menambah sentimen positif bulan ini, ekonomi China pada kuartal kedua dilaporkan tumbuh 3,2% (yoy) jauh lebih tinggi dari konsensus yang dihimpun Reuters di 2,5%. China merupakan salah satu negara yang juga termasuk konsumen terbesar minyak nabati terutama sawit.

Sehingga, kinerja perekonomian China yang bagus dan prospek yang membaik tentunya menjadi kabar menggembirakan untuk komoditas minyak nabati unggulan RI dan Negeri Jiran ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading