Harga Emas Melejit Lagi Gegera Resesi 3 Benua, Cuan Berapa?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
31 July 2020 11:09
The most expensive doughnut in the world is covered in 24-karat gold
foto : cnbc.com

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat (31/7/2020) pagi, setelah kemarin melemah sekaligus mengakhiri reli 9 hari beruntun. Sebelum melemah kemarin, emas 2 kali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di pekan ini.

Melansir data Refinitiv, harga emas dunia diperdagangkan di kisaran US$ 1,969,78/troy ons pada pukul 9:55 WIB, menguat 0,53% di pasar spot. Kemarin logam mulia ini melemah 0,55%, artinya nyaris semua pelemahan kembali dibalikkan, bahkan tidak menutup kemungkinan akan terus melesat naik mengingat waktu perdagangan yang masih panjang.

Efek resesi di 3 benua baru terasa bagi emas pada hari ini. Kemarin aksi ambil untung membuat emas melemah, maklum saja sepanjang bulan Juli hingga Rabu (29/7/2020) emas sudah melesat lebih dari 10%, sementara sejak awal tahun nyaris 30% jadi wajar investor tergiur mencairkan cuan.


Kini aksi profit taking sepertinya sudah mereda, dan pelaku pasar kembali melihat resesi yang terjadi dimana-mana.

Di Asia, Hong Kong melaporkan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 yang berkontraksi (tumbuh minus) 9% year-on-year (YoY), sementara di kuartal sebelumnya -9,1% YoY. Sebelum Hong Kong, Jepang, Singapura dan Korea Selatan sudah lebih dulu masuk ke jurang resesi.

Dari Asia beralih ke Eropa, Jerman juga mengalami nasib yang sama. Produk domestic bruto (PDB) di kuartal II-2020 dilaporkan -11,7% YoY, sementara di kuartal sebelumnya -2,3 YoY. Motor penggerak ekonomi Eropa ini pun sah mengalami resesi.

Secara kuartalan, PDB mengalami kontraksi 10,1% dari kuartal I-2020. Kemerosotan tersebut menjadi yang terdalam sejak 1970. 

Beralih ke benua Amerika, sang Negeri Adikuasa, Amerika Serikat, akhirnya resmi mengalami resesi.

Produk domestik bruto (PDB) di kuartal II-2020 dilaporkan mengalami kontraksi 32,9%. Kontraksi tersebut menjadi yang paling parah sepanjang sejarah AS.

Di kuartal I-2020, perekonomiannya mengalami kontraksi 5%, sehingga sah mengalami resesi.

Bukan kali ini saja AS mengalami resesi, melansir Investopedia, AS sudah mengalami 33 kali resesi sejak tahun 1854. Sementara jika dilihat sejak tahun 1980, Negeri Paman Sam mengalami empat kali resesi, termasuk yang terjadi saat krisis finansial global 2008.

Artinya, resesi kali ini akan menjadi yang ke-34 bagi AS.

AS bahkan pernah mengalami yang lebih parah dari resesi, yakni Depresi Besar (Great Depression) atau resesi yang berlangsung selama 1 dekade, pada tahun 1930an. Tetapi kontraksi ekonominya tidak sedalam di kuartal II-2020.

Isu resesi tersebut menjadi salah satu "bensin" bagi emas hingga mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

Rekor tertinggi harga emas dunia sebelumnya US$ 1.920,3/troy ons dicapai pada 6 September 2011 akhirnya berhasil di pecahkan di awal pekan ini, nyaris satu dekade lamanya. Di hari Senin (27/7/2020) Harga emas dunia melesat menyentuh US$ 1.945,16/troy ons, rekor tertinggi baru saat itu, tetapi umurnya kurang dari 24 jam.

Selasa (28/7/2020) pagi harga emas emas dunia terbang tinggi menyentuh US$ 1.980,56/troy ons yang kini menjadi rekor tertinggi sepanjang masa.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading