Klien Jouska Teriak Rugi, Saham LUCK Ambles 10% Jadi Rp 274

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
24 July 2020 12:41
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) anjlok 10% lebih setelah banyak klien PT Jouska Finansial Indonesia (Jouska) mengaku rugi setelah berinvestasi pada saham ini.

Kabar mengenai keluhan nasabah ramai diberitakan dan jadi perbincangan di sosial media pada Selasa (21/7/2020). Satu persatu klien menceritakan pengalaman menggunakan jasa penasihat keuangan Jouska yang merekomendasikan pembelian saham LUCK.

Pada Senin (20/7/2020) harga saham LUCK tercatat di harga Rp 306/unit. Harga saham terus merosot hingga sesi I Jumat (24/7/2020) tercatat senilai Rp 274/unit, artinya sudah mengalami koreksi sebesar 10,46%.


LUCK bergerak dalam bidang bisnis solusi percetakan dan dokumen serta penjualan produk teknologi informasi. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada November 2008. LUCK tercatat di BEI pada 28 November 2018.

Saat hari pertama ketika itu, sahamnya langsung mengalami kenaikan 49,65%, hampir menyentuh batas atas auto reject untuk saham-saham yang baru tercatat, ke harga Rp 428/saham dari harga perdana Rp 285/saham.

Saham LUCK menyentuh titik tertingginya pada 26 Juli 2019 di angka Rp 2.050/unit atau kenaikan sebesar 716% dari harga IPO. Saat nanti harga saham LUCK berada di bawah harga IPO.

Beberapa hari ini, ramai diberitakan dan menjadi trending di sosial media soal banyak klien PT Jouska Finansial Indonesia yang merugi karena investasi di saham LUCK. 

Founder dan Chief Executive Office (CEO) Jouska, Aakar Abyasa Fidzuno, sempat menjelaskan alasan dan analisa mengapa merekomendasikan saham LUCK untuk menjadi pilihan salah satu portofolio investasi.

Saat wawancara dengan CNBC Indonesia, Aakar menjelaskan dalam memberikan rekomendasi saham untuk investasi, Jouska selalu memberikan beberapa saham yang menjadi pilihan.

"Kenapa LUCK? Kita memilih beli itu misal LUCK itu lagi uptrend [menguat] kala itu di 2019. Saham yang lagi uptrend kenapa tidak untuk direkomendasikan, kemudian sampai Mei (2019) itu mereka masih bagi dividen beda lho, itu beda sama saham gocap [saham Rp 50]. Dan kita tidak merekomendasikan investasi bodong. Saham yang ada di BEI itu legal untuk dijual dan dibeli," kata Aakar, kepada CNBC Indonesia, Selasa (21/7/2020).

Terkait dengan permintaan klien untuk menjual saham LUCK, Aakar mengatakan, bahwa Jouska juga sudah memberikan rekomendasi. "Jika saat itu uptrend, maka artinya wajar untuk menjadi sebuah pilihan, apalagi jika pada masa tersebut market sedang sideways. Saham yang ada di BEI itu legal untuk dijual dan dibeli," tambah Aakar lagi.

Aakar memberikan contoh, saham Amazon pada saat dilepas di pasar perdana (initial public offering/IPO), cuma sedikit investor yang berminat membeli saham Amazon. Sekadar catatan, Amazon resmi melantai di bursa Wall Street pada 15 Mei 1997.

"Tahu nggak waktu itu Amazon IPO, siapa mau beli saham itu yang katanya nggak jelas di awal-awal. Lha, coba sekarang berapa saham Amazon?" kata Aarka.

CNBC Indonesia mencoba menanyakan perihal rekomendasi saham yang diberikan Jouska buat kliennya kepada praktisi pasar modal. Salah satu pelaku pasar saham mengatakan, seharusnya Jouska memberikan rekomendasi saham-saham yang likuid kepada klien.

"Sebagai konsultan investasi, Jouska seharusnya memberikan rekomendasi saham yang bersifat 'liquid', seperti di LQ45 atau Kompas100. Di sana juga banyak perusahaan kecil yang bagus, dan laporan keuangannya dipantau secara reguler oleh analis di pasar modal," kata pelaku pasar tersebut.

Menurut dia, di pasar modal sudah jelas bahwa LUCK termasuk saham yang fundamental dan likuiditasnya dipertanyakan.

Ada konflik kepentingan juga karena LUCK saat melakukan penawaran saham perdana memakai Philips Sekuritas sebagai 'underwriter', yang dalam hal ini juga bekerjasama dengan Jouska.

"Merupakan suatu hal yang tidak dapat dibenarkan jika Jouska merekomendasikan - apalagi mengeksekusi - aset klien untuk diinvestasikan pada saham yang tidak liquid, volume perdagangan hariannya rendah, dan harganya tidak bergerak sesuai fundamental," tambahnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading