Duh! 10 Saham Ini Terjun Bebas Kemarin, Gimana Nih Investor?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
24 July 2020 06:45
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Jumat 28/2/2020 (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC IndonesiaIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis kemarin (23/7/20) ditutup melesat 0,68% di level 5.145,01. Indeks acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini bahkan sempat menembus level tertinggi harian yakni 5.172 dan level terendah harian 5.110 .

Data perdagangan BEI mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 127 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi  menyentuh Rp 9,2 triliun. Terpantau 229 saham harganya naik, 187 harganya turun, sisanya 171 tetap.


Jika ditambah dengan net sell asing di pasar negosiasi dan tunai Ro 36,27 miliar, maka net sell seluruh pasar mencapai Rp 164,03 miliar.

Dalam sepekan terakhir, IHSG menguat tipis 0,91%, dan sebulan terakhir naik 5,07% kendati secara year to date atau tahun berjalan kinerja indeks acuan ini masih terjerembab cukup dalam, minus 18,33%.

Saham yang paling banyak dilego asing pada perdagangan kemarin adalah PT Astra Internasional Tbk (ASII) dengan jual bersih sebesar Rp 70 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 58 miliar, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) net sell Rp 57,4 miliar.

Sementara itu saham yang paling banyak dikoleksi asing hari ini adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan beli bersih sebesar Rp 103 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencatatkan net buy sebesar Rp 103 miliar dan PT Bank Permata Tbk (BNLI) dengan Rp 39,4 miliar.

Meski demikian, dari kinerja IHSG kemarin, ada setidaknya 10 saham yang masuk top loser atau memimpin pelemahan:

10 Saham 'Buntung' per 23 Juli 2020

1. PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) -5,38% Rp 88/saham

2. PT Cardig Aero Services Tbk (CASS), -5,36% Rp 212/saham

3. PT Menteng Heritage Realty Tbk (HRME), -4,69% Rp 61/saham

4, PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI), -3,50% Rp 193/saham

5. PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), -2,65%, Rp 220/saham

6. PT Astra International Tbk (ASII), -2,36% Rp 5.175/saham

7. PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA), - 1,79% Rp 1.370/saham

8. PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF), -1,72% Rp 1.425/saham

9. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), -1,65% Rp 1.490/saham

10.PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD), -1,46% Rp 404

Pada perdagangan Jumat ini (24/7), IHSG diprediksi akan bergerak antara 4.989 - 5.188.

"Pergerakan IHSG terlihat sedang berusaha keluar dari rentang konsolidasi wajar dan berusaha menggeser support [batas bawah] level ke arah yang lebih baik, sentimen positif dari pergerakan market global dan regional yang mulai bergerak menguat juga turut mewarnai pergerakan IHSG," kata William Surya Wijaya, Direktur PT Indosurya Bersinar Sekuritas, dalam risetnya.

"Jika terjadi koreksi wajar momentum masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan pembelian mengingat secara ytd [year to date] investor asing masih mencatatkan capital outflow," katanya.

Pada perdagangan kemarin, sejalan dengan IHSG, bursa di kawasan Asia juga mayoritas terpantau hijau, Hang Seng Index di Hong Kong naik 0,82%, Nikkei di Jepang sedang libur, sedangkan Indeks STI di Singapore terbang 0,98%.

Terbaru tensi antara AS dan China tereskalasi pekan ini setelah AS mengklaim dua peretas asal China membidik perusahaan AS yang sedang meriset vaksin dan pengobatan Covid-19. AS juga menuding dan mencuri informasi perusahaan di seluruh dunia untuk kepentingan Beijing.

Sementara itu dari Benua Kuning, Korea Selatan sudah merilis data GDP kuartal keduanya, setelah GDP kuartal pertama Negeri Ginseng secara QoQ sudah terkontraksi 1,3%, kini GDP kuartal kedua Korea Selatan kembali terkontraksi 3,3% bahkan lebih parah dari konsensus yang menargetkan terjadi kontraksi 2,3%.

Ini artinya Korea Selatan resmi masuk ke jurang resesi pertama sejak 2003 setidaknya secara teknikal.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading