Ramai Emisi, Bisnis Global Bond Mansek Tembus Rp 29 T

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
23 July 2020 15:58
Ilustrasi Obligasi (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bisnis penjaminan emisi atau underwriting dari anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), yakni PT Mandiri Sekuritas tengah meningkat pada paruh pertama tahun ini di tengah pandemi Covid-19.

Dari bisnis global bond, melalui anak perusahaan Mandiri Securities Pte. Ltd. (Mandiri Securities Singapore), perseroan mencatatkan pertumbuhan bisnis sebesar 41% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/YoY).

Perusahaan sukses menyelesaikan 12 mandat global bond dengan nilai penjaminan US$ 2,1 miliar atau setara dengan Rp 29 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$), naik 109% YoY dari US$ 984 juta atau Rp 14 triliun.


"Saat pandemi ini, banyak korporasi yang berupaya mencari solusi finansial dalam menjaga keberlangsungan dan perkembangan bisnis. Kami percaya bahwa penerbitan obligasi global adalah peluang bagi korporasi Indonesia untuk mendapatkan eksposur di pasar internasional," kata Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Dannif Danusaputro, dalam paparan kinerja semester I-2020 di Kantor Mandiri Sekuritas, Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas, Dannif Danusaputro/Syahrizal SidikFoto: Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas, Dannif Danusaputro/Syahrizal Sidik
Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas, Dannif Danusaputro/Syahrizal Sidik

Menurut data Mandiri Sekuritas yang diperoleh CNBC Indonesia, pada tahun lalu, Mandiri Sekuritas atau Mansek menguasai pangsa pasar 14% dan nilai porsi penjaminan Rp 31,6 triliun, atau meningkat 11% dari tahun 2018.

Tahun lalu, Mandiri Sekuritas melalui Mandiri Securities Singapore menjadi penjamin emisi obligasi dari 9 penerbitan global bond di antaranya adalah PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PLN dan PT Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA).

Dannif mengatakan tren penerbitan obligasi di semester kedua tahun ini diyakini masih akan cukup massif. Emiten membutuhkan diversifikasi pendanaan selain dari perbankan untuk kebutuhan likuiditas maupun pembiayaan utang lama (refinancing).

Proyeksi penerbitan obligasi akan lebih semarak lagi dengan asumsi tidak terjadi gelombang kedua pandemi Covid-19.

"Untuk second half 2020 ini menurut saya untuk institutional dari segi investornya akan membaik karena dengan asumsi tidak ada second wave," kata Dannif.

Menurut Dannif, pada saat ini, investor sudah ada appetite untuk masuk lagi terutama ke instrumen berbasis fixed income.

"Dari penerbitan, fixed indome akan lebih banyak. Ada dua hal, pertama perusahaan melakukan refinancing atas obligasi jatuh tempo, kedua banyak sekali korporasi melihat likuiditas," katanya.

Hingga penghujung tahun ini, ada beberapa perusahaan yang akan menerbitkan obligasi rupiah dengan sektor multifinance dan infrastruktur paling banyak mendominasi.

"Di masa seperti ini, banyak korporasi yang berupaya untuk mencari solusi finansial dalam menjaga keberlangsungan dan perkembangan bisnisnya, kata Dannif.

Dannif melanjutkan, tahun ini menjadi sangat menantang bagi semua perusahaan, termasuk bagi perusahaan sekuritas. Namun, perseroan melakukan diversifikasi melalui lima lini bisnis, yaitu Capital Market Institusi, Retail, Investment Banking, dan Global Bond.

Sepanjang semester I 2020, Mandiri Sekuritas melaksanakan sebanyak 36 mandat yang terdiri dari, 14 penerbitan emisi obligasi dan sukuk korporasi, 2 pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) dan placement, 15 penerbitan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN), dan 5 jasa penasihat keuangan (advisory).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

RI Rilis Global Bond Terbesar, Apa Kata Pelaku Pasar?


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading