Penjualan Mobil Meroket 255%, Bersiap Borong Saham Otomotif?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
16 July 2020 07:50
Mobil ekspor di pelabuhan IPCC, Tanjung Priok. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu kemarin (15/7/2020) ditutup melemah 0,07% di level 5.075,80, kendati sempat menembus level tertinggi harian di posisi 5.116.

Berdasarkan data BEI, nilai transaksi harian sebesar Rp 7,21 triliun dengan sebanyak 202 saham menguat, 206 saham ambles dan 159 saham stagnan. Investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp 651,92 miliar di semua pasar, khusus pasar reguler mencapai Rp 603,17 miliar.

Meski IHSG merah, tapi saham-saham sektor otomotif dan pendukungnya justru mencatatkan penguatan pada perdagangan kemarin. Tercatat, saham PT Astra International Tbk (ASII) naik 4,04% di level Rp 5.150/saham. Dalam sepekan saham induk Grup Astra ini naik 4,89% dan sebulan terakhir naik 3,62%.


Berikutnya saham PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) juga melesat 8,66% di level Rp 690/saham. Sepekan terakhir saham perusahaan otomotif Grup Salim ini menguat 6,15% dan sebulan terakhir naik 6,98%.

Saham perusahaan suku cadang milik Grup Astra, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) juga naik kendati tipis 1,09% di posisi Rp 925/saham. Sepekan saham AUTO naik 1,09% dan sebulan naik tipis sekali, 0,54%.

Saham PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS), perusahaan Grup Indomobil yang bergerak dalam bidang impor dan ekspor kendaraan dan suku cadang ini juga menguat bahkan hingga 12% di level Rp 278/saham. Sepekan, saham induk PT Indomobil Finance ini naik 14% dan sebulan melesat 66%.

Beberapa saham emiten pendukung jasa otomotif lainnya stagnan dan terkoreksi, misalnya PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) stagnan Rp 930/saham, PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) minus 5,17% di Rp 550/saham, dan PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) stagnan Rp 1.375/saham.

Salah satu sentimen bagi pergerakan saham otomotif pada perdagangan Kamis ini (16/7/2020) adalah data penjualan mobil nasional yang menggeliat kembali di tengah aktivitas perekonomian di sejumlah wilayah yang mulai pulih setelah penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), penjualan mobil selama Juni 2020 mencapai 12.623 unit, melesat 255% dari Mei 2020 yang hanya 3.551 unit. Meski demikian, jika dibandingkan dengan Juni tahun lalu yang mencapai 59.600 unit, penjualan mobil Juni 2020 ambles 78%.

Secara total, penjualan mobil selama Januari-Juni 2020 mencapai  260.933 unit, terkoreksi 45,87% dari Januari-Juni 2019 sebanyak 482.097 unit. Tahun lalu, total penjualan mobil nasional menembus 1.030.126 unit.

Gaikindo mencatat, selama Juni 2020 ini, penjualan positif ditorehkan beberapa pabrikan yakni Toyota 3.775 unit, Suzuki 2.755 unit, Mitsubishi 2.404 unit, Honda 1.267 unit, dan gabungan merek lain sebanyak 1.185 unit.

Kendati mulai meningkat, Gaikindo masih realistis soal dampak pandemi Covid-19 terhadap bisnis otomotif. "Masih jauh lah. Kita kan normalnya 90-100 ribuan [unit per bulan]. Ini baru 12 ribu. Ya cukup berat," kata Sekjen Gaikindo, Kukuh Kumara kepada CNBC Indonesia, Senin (13/7).

Gaikindo memang mencoba realistis kaitannya dengan kondisi pandemi Covid-19 yang dalam beberapa hari terakhir terus memecahkan rekor kasus positif. Kukuh mengakui itu menimbulkan kekhawatiran pada sejumlah pengusaha di sektor otomotif.

Di sisi lain, Grup Astra berharap pemulihan ini bisa terus berlanjut. "Dengan melihat angka penjualan mobil Astra dan nasional pada bulan Juni, kami berharap pemulihan ini terus berlanjut, sehingga dapat menopang pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk (ASII) Boy Kelana Soebroto, dalam keterangan resmi, di Jakarta, Rabu (15/7/2020).


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading