Rupiah Melemah Nih, AS-China Ribut Terus Sih!

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
15 July 2020 09:18
ilustrasi uang

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah di perdagangan pasar spot hari ini. Namun bukan berarti peluang penguatan tertutup sama sekali.

Pada Rabu (15/7/2020), US$ 1 setara dengan Rp 14.375 kala pembukaan pasar spot. Sama persis dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya alias stagnan.

Namun sejurus kemudian rupiah masuk zona merah. Pada pukul 09:03 WIB, US$ 1 dibanderol Rp 14.380 di mana rupiah melemah tipis 0,03%.


Namun rupiah masih punya peluang untuk menguat. Pasalnya, ada hal yang membuat investor merasa berani untuk mengambil risiko.

Dari perkembangan pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan jumlah pasien positif corona per 14 Juli 2020 adalah 12.964.809 orang. Bertambah 196.775 orang (1,54%) dibandingkan hari sebelumnya.

Walau masih ada penambahan jumlah pasien, yang menandakan penularan masih terjadi, tetapi terlihat lajunya melambat. Ini menjadi yang pertama sejak 8 Juli penambahan kasus di bawah 200.000. Pertumbuhan 1,54% juga menjadi yang terendah sejak 8 Juli.

Di AS, negara dengan kasus corona tertinggi di dunia, juga terjadi pelambatan penularan. Per 14 Juli, jumlah pasien positif corona tercatat 3.355.457 orang. Bertambah 58.858 orang (1,79%) dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Tambahan jumlah pasien 58.858 orang adalah yang terendah sejak 7 Juli. Secara persentase, laju 1,79% adalah yang paling lambat sejak 8 Juli.

Kabar ini disambut positif oleh pelaku pasar di bursa saham New York. Dini hari tadi waktu Indonesia, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melesat 2,13%, S&P 500 melonjak 1,34%, dan Nasdaq Composite terangkat 0,94%.

"Pasar sepertinya bisa bertahan di tengah kenaikan kasus corona dan tingginya risiko akibat karantina wilayah (lockdown) di beberapa tempat. Saat ini, pasar tampak sedang bahagia meski ada risiko yang masih menghantui perekonomian dunia," ujar Michael McCarthy, Chief Market Strategist di CMC Markets, seperti dikutip dari Reuters.

Uji Coba Vaksin Corona Sukses
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading