Internasional

Catat Kinerja Kuartalan Terbaik, Wall Street to The Moon

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
01 July 2020 07:18
Smartsheet Inc. President and CEO Mark Mader rings a ceremonial bell to celebrate his company's IPO on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, U.S., April 27, 2018. REUTERS/Brendan McDermid Foto: REUTERS/Brendan McDermid

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham di Bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street, mencatatkan kenaikan pada hari Selasa (30/6/2020). Hal itu dikarenakan rata-rata indeks utama mencatatkan kinerja kuartalan terbaiknya dalam beberapa dekade.

Dow Jones Industrial Average naik 217,08 poin atau 0,9%, ditutup menjadi 25.812,88. Sementara S&P 500 melonjak 1,5% menjadi 3.100,29 dan Nasdaq Composite melonjak 1,9% menjadi 10.058,77. Rata-rata indeks utama mencapai level tertinggi mereka hanya kurang dari satu jam sebelum perdagangan berakhir.


Sebanyak 30 saham yang ada di Dow mengakhiri kuartal kedua (Q2) dengan kenaikan 17,8%. Itu adalah reli kuartalan terbesar rata-rata sejak kuartal pertama 1987, ketika melonjak 21,6%. S&P 500 mengalami lonjakan kuartalan terbesar sejak kuartal keempat 1998, melonjak hampir 20%. Sementara itu, Nasdaq Composite melonjak 30,6% untuk kuartal ini, kinerja kuartalan terbaik sejak 1999.

"Kombinasi dari 1) Stimulus, 2) Tren positif dalam virus, 3) pembukaan kembali ekonomi dan 4) Harapan untuk vaksin mendorong saham lebih tinggi di Q2," tulis Tom Essaye, pendiri The Sevens Report.

"Saat kami memulai Q3, hanya satu dari penghambat pertumbuhan itu yang saat ini ada: Stimulus. Itu tidak berarti kita akan melihat koreksi, tetapi waspada terhadap kenaikan di pasar sampai kita dapat menambahkan lebih banyak kekuatan yang mendukung saham, karena stimulus bisa membawa ke hari yang buruk."

Perdagangan Selasa juga merupakan hari terakhir perdagangan dalam sebulan, dengan rata-rata indeks utama membukukan kenaikan bulanan ketiga berturut-turut. Dow naik 1,7% untuk Juni. S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 1,8% dan 6%, bulan ini.

"Sulit untuk melihat pasar terus seperti selama musim panas," kata Quincy Krosby, kepala strategi pasar di Prudential Financial. Dia mencatat pasar bisa menjadi semakin fluktuatif jika jumlah kasus virus corona (COVID-19) terus meningkat dan jika beberapa pengobatan virus yang diusulkan dan vaksin gagal.

"Itu tidak hanya akan berdampak pada perusahaan bioteknologi, tetapi juga pasar yang lebih luas."

Kenaikan ini sendiri melanjutkan kenaikan yang tercatat pada perdagangan Senin. Di mana Dow melonjak lebih dari 500 poin pada penutupan Senin. S&P 500 dan Nasdaq juga menguat lebih dari 1%.

Saksikan video terkait di bawah ini:

Investor Wait & See, Analis: IHSG Juni Bergerak Sideways


(res/res)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading