Internasional

Keuntungan BUMN China Turun 52,7%, Kena Corona?

Market - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
29 June 2020 13:28
Workers make Chinese flags at a factory ahead of the 70th founding anniversary of People's Republic of China, in Jiaxing, Zhejiang province, China September 25, 2019. REUTERS/Stringer ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. CHINA OUT.

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan China menyatakan keuntungan perusahaan milik negara China turun 52,7% year-on-year (YoY) pada periode Januari-Mei, menjadi 663,1 miliar yuan atau setara dengan Rp 1.348 Triliun (asumsi Rp 2.034/1 yuan) pada Senin (29/6/2020).

Menurut Biro Statistik Nasional China pada April lalu, ekonomi Negeri Tirai Bambu ini sempat berkontraksi atau mengalami pertumbuhan negatif menjadi -6,8% di kuartal pertama 2020, dibanding periode yang sama di tahun 2019.



Sejak terjadinya pandemi corona (COVID-19), negara dengan kekuatan ekonomi kedua terbesar dunia itu harus kembali mengalami kontraksi pertama sejak tahun 1992.

Dibandingkan pada tahun 2019 lalu, penjualan ritel turun 19%. Sementara produksi industri turun 8,4% pada kuartal yang berakhir Maret lalu. Selama periode Januari dan Februari, aktivitas ekspor dan manufaktur China juga ikut anjlok.

Sebelumya dalam konsensus yang dilakukan Reuters, produk domestik bruto (PDB) sempat diprediksi -6,5% dari Januari ke Maret. Padahal secara keseluruhan pada 2019, PDB China dapat tumbuh hingga 6%.

China Daratan yang awalnya merupakan episentrum awal penularan Covid-19 dengan kasus terjangkit paling tinggi di dunia, kini turun ke posisi ke-22 dengan 83.512 kasus positif, 4.634 kematian, dan 78.460 pasien berhasil sembuh, menurut data Worldometers.



[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading